Breaking News:

Duta Smater Maumere Raih Beasiswa Jerman

Memasuki usia ke-16 tahun, SMAK Frateran Maumere ( Smater) tiada henti menoreh prestasi gemilang di nian tana Sikka

Editor: Kanis Jehola
Duta Smater Maumere Raih Beasiswa Jerman
DOK SMATER Maumere
Siswa-siswi SMATER yang meraih beasiswa belajar di Jerman pose bersama guru mereka.

POS-KUPANG.COM | MAUMERE-Memasuki usia ke-16 tahun, SMAK Frateran Maumere ( Smater) tiada henti menoreh prestasi gemilang di nian tana Sikka baik secara regional maupun nasional.

Sejak 2017, Smater telah menembus batas negara dan merambah dunia melalui Gita Smater Choir yang berhasil mempersembahkan medali dalam ajang Singapore International Choir Festival.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada Januari 2019, Smater menjalin kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Jerman dan Goethe Institut, sebuah lembaga kebudayaan Jerman yang berkiprah di seluruh dunia melalui Program Sekolah Mitra Menuju Masa Depan (Paschschule). Smater merupakan mitra ke-29 di Indonesia dan menjadi satu-satunya sekolah PASCH saat ini di NTT.

Kepala Sekolah SMATER, Fr. M.Paschalis, BHK melalui Wakasek Humas, Yohanes Rofinus Botu, S. Kom kepada Pos Kupang di Maumere, Sabtu (29/5) menjelaskan, PASCH menyediakan berbagai fasilitas baik fisik seperti buku-buku pembelajaran, buku-buku bacaan, media pembelajaran (konvensional maupun digital), beasiswa pelatihan ataupun kursus untuk guru dan siswa bahkan untuk guru-guru non Bahasa Jerman.

Baca juga: Warga Terkejut Temukan Mayat Bayi Tanpa Kepala dan Kaki

Baca juga: Ayu Ting Ting Gagal Berjodoh denganPria Bujang,Eks Enji Ungkap Kondisinya Gagal Nikahi Adit Jayusman

"Semua siswa diberi kesempatan yang sama untuk menempuh jam intensif di luar jam pelajaran sesuai kurikulum untuk memperoleh sertifikat bahasa Jerman standard GER yang diakui secara internasional termasuk memberikan beasiswa kepada siswa-siswi terbaik untuk memperdalam bahasa Jerman dalam kurun waktu tertentu di negara Angela Merkel itu," kata Yohanes.

Ia mengungkapkan, PASCH juga mendukung peningkatan kualitas pengajaran bahasa Jerman di SMATER serta memberikan peluang kepada para siswa mengikuti berbagai kegiatan sains dan proyek seperti Science Film Festival (SFF), membuat vlog, slogan, camping dan berkolaborasi bersama siswa sekolah PASCH lainnya di Indonesia, Asia maupun dunia.

"Sebagai mitra SMATER turut mempersiapkan siswa meraih berbagai beasiswa kuliah serta kesempatan bekerja di Jerman," ujarnya.

Baca juga: Prakiraan BMKG, Empat Pulau di Wilayah NTT Berpotensi Terjadi Angin Kencang Hari ini

Baca juga: Pelatih Persewa Jagokan Portugal

Tiga tahun berturut-turut, lanjutnya, duta-duta SMATER meraih peluang emas mengunjungi Jerman melalui program PASCH-Jugendkurs (kursus Bahasa Jerman untuk Remaja Sekolah PASCH) di Jerman. Angkatan pertama 2019, Elogius Ekandry Doa (Duderstad) dan Felicity Rosa Virginia Padu (Dresden).

"Duta-duta SMATER ini berkesempatan mengikuti Jugendcamp bersama ratusan hingga ribuan siswa-siswi sekolah PASCH dari seluruh dunia. Dalam kurun waktu dua minggu hingga satu bulan, para peserta berkolaborasi dalam kelompok internasional, bekerja sama dalam satu tim menyajikan materi, berdiskusi dan saling menginspirasi dalam bahasa Jerman di Jerman," tutur Yohanes.

Ia mengungkapkan, sejak mengganasnya Covid-19 realisasi program ini ditunda. Sebagai gantinya angkatan 2020 Yosef Freinademetz Djajadi Aeng, Maria Cynthia Debby da Silva serta Dewi Anggraeny yang juga merupakan para juara pertama, kedua dan ketiga pada Olimpiade Bahasa Jerman tingkat NTT tahun 2019 mengikuti Digital Jugendkurs. Kursus ini diselenggarakan secara online langsung dari Jerman.

Ia mengatakan, para peserta Digital Jugendkurs diberi kesempatan mengembangkan kemampuan bahasa Jerman dalam kelompok-kelompok heterogen (antar bangsa) serta keterampilan lain seperti ide proyek yang mengacu pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kegiatan ini diawali tes penempatan peserta sesuai kompetensi kebahasaannya. Mulai dari kompetensi dasar (A 1 dan A 2), kompetensi lanjutan (B 1 dan B 2) hingga kompetensi tinggi (C 1 dan C 2)," ungkapnya.

Kursus dan pelatihan pelajar digital PASCH merupakan kegiatan yang sangat menarik dan kreatif karena tidak hanya terdapat pertemuan bersama melainkan juga diberikan tugas atau latihan menarik dan tantangan melalui platform Moodle.

"Saya belajar bagaimana mengembangkan visi meraih masa depan yang baik. Saya juga dapat berkenalan dengan banyak teman baru dari berbagai negara di dunia," tutur Dewi Anggraeny, siswa SMATER.

Tidak hanya siswa, para pengajar pun diberi kesempatan memperdalam penguasaan bahasa Jerman serta metodik-didaktik pengajaran Bahasa Jerman secara langsung di Jerman dalam kurun waktu satu bulan.

Tahun ini siswa yang beruntung memperoleh beasiswa itu adalah Theodora Inocentia Calista, Caecilia Gisela Baba dan Isabel Fernanda Koopman. Ketiganya siswi kelas XI MIPA dan akan mengikuti kursus bahasa Jerman secara online langsung dari Jerman, dari Juli -Agustus 2021.

Kelas Intensif

SMATER memfasilitasi para siswa yang ingin memperdalam keterampilan bahasa Jermannya melalui kelas intensif. Kelas tersebut merupakan kelas tambahan di luar jam pelajaran bahasa Jerman reguler yang bertujuan mempersiapkan siswa-siswi mengikuti ujian sertifikasi bahasa Jerman standard GER.

Jam intensif disesuaikan waktu luang siswa dan dilaksanakan setelah jam pelajaran sekolah berakhir. Kelas intensif didampingi tiga guru bahasa Jerman SMATER.

Sejak menjadi mitra sekolah PASCH siswa SMATER berkesempatan dibimbing secara langsung oleh seorang penutur asli bahasa Jerman (native speaker) baik dalam kelas bahasa Jerman reguler maupun kelas intensif selama kurang lebih tiga bulan.

Terdapat berbagai program bersama native speaker seperti tour wisata dan akhir pekan bersama. Tujuannya para siswa dapat berlatih berkomunikasi dalam bahasa Jerman maupun bahasa Inggris secara intens bersama native speaker. (ris/adv)

Berita Kabupaten Sikka

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved