Breaking News:

Beredar Pernyataan Berbau SARA, Ketua DPRD Kota Kupang Diminta Belajar Dari Masa Lalu

Beredar Pernyataan Berbau SARA, Ketua DPRD Kota Kupang Diminta Belajar Dari Masa Lalu

ISTIMEWA
Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan DPD Bintang Muda Indonesia (BMI) Nusa Tenggara Timur, Lusiano De Puay, SH 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Beredar Pernyataan Berbau SARA, Ketua DPRD Kota Kupang Diminta Belajar Dari Masa Lalu.

Viral rekaman diduga berisi suara Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe. Rekaman yang berisi pernyataan yang diduga berbau SARA itu menyebar di publik sejak Jumat 28 Mei 2021.

Video berisi potongan pernyataan itu memantik protes dan reaksi beragam publik, termasuk DPD Bintang Muda Indonesia.

Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan DPD Bintang Muda Indonesia (BMI) Nusa Tenggara Timur, Lusiano De Puay, SH menyebut penggalan pernyataan tersebut berpotensi konflik.

Baca juga: Kode Redeem FF Senin 31 Mei 2021, Buruan Klaim Kode Redeem Free Fire Terbaru

Baca juga: Perkara Lahan Eks PU Larantuka, Pemda Flores Timur Dinyatakan Menang Tingkat PK

"Ucapan ini cukup berbahaya berbau SARA yang berpotensi memecah belah dan menimbulkan konflik ditengah masyarakat NTT, kota kupang khususnya. Apalagi yang menjadi aktornya bukan masyarakat biasa, namun diduga datang dari pejabat publik yang adalah ketua DPRD sendiri," ujar Lusiano dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM.

Menurut Lusiano, seharusnya Yeskiel Loudoe bisa belajar dari masa lalu. Ia menyebut, Kota Kupang sebelumnya punya masa kelam terkait sentimen semacam itu.

"Seharusnya beliau belajar dari masa lalu. Kota Kupang sendiri punya masa kelam 1998 yang masih membekas pada ingatan publik, yang semua bermula dari SARA," kata pria yang akrab disapa Fresly.

Baca juga: Umat Bello Miliki Cara Unik Maknai Bulan Maria 2021

Baca juga: Pencurian Ternak di Sumba Timur, Kasus Ini Siap Dituntaskan Polisi

Ia mengatakan, sebagai pejabat publik, telah menjadi kewajiban bagi Ketua DPRD Kota Kupang menjaga ketertiban dan keteraturan di tengah relasi sosial yang begitu majemuk. Tiap tutur dan tindakan harus terukur dan dewasa. Demikian pula narasi publik harus membawa pesan damai, edukasi serta kemanfaatan. Bukan malah membawa bencana di tengah masyarakat.

"Publik juga tahu, Pak Yeskiel selain ketua DPRD, ia juga ketua DPC PDIP Kota Kupang. Partai yang dikenal nasionalis dengan mengaku sebagai partai Wong Cilik, mengedepankan semangat kebangsaan dan persatuan namun praktek justru bertolak belakang," kata dia.

Karena itu, pihaknya meminta Badan Kehormatan DPRD Kota Kupang untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

"Kami mendesak BKD segera mengadili ketua DPRD dan berharap pimpinan DPD PDIP NTT untuk segera bersikap tegas sehingga ada pembelajaran dan efek untuk pejabat publik," tambah dia.

Fresly juga menghimbau, semua elemen masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi. Masyarakat diharapkan dapat menyikapi persoalan tersebut dengan dewasa dan bijak. (Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved