Forum Pemuda NTT Kecam Ketua DPRD Kota Kupang Terkait Pernyataan Berbau SARA 

Ketua DPRD itu diduga mendiskreditkan dan menuding suku dan agama dalam kisruh yang terjadi di gedung dewan

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RYAN NONG
Ketua Forum Pemuda NTT, Bedi Roma  

Forum Pemuda NTT Kecam Ketua DPRD Kota Kupang Terkait Pernyataan Berbau SARA 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pernyataan Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe yang diduga berbau SARA menyebar di publik. Penggalan video berisi suara politisi senior PDI Perjuangan itu pun tersebar di media sosial sejak Jumat 28 Mei 2021.

Pernyataan yang disampaikan Ketua DPRD itu diduga mendiskreditkan dan menuding suku dan agama dalam kisruh yang terjadi di gedung dewan.

Forum Pemuda NTT menilai, pernyataan ketua DPRD Kota Kupang itu mencerminkan rendahnya pemahaman keberagaman yang dimilikinya. Karena itu, Forum Pemuda NTT meminta untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut. 

"Pernyataan Ketua DPRD kota ini kita Nilai Sebagai Rendahnya Pemahaman Keberagaman.Pernyataan ini membuat luka bagi segenap masyarakat NTT," ujar ketua Forum NTT, Bedi Roma kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu, 27 Mei 2021.

Anggota DPRD Kota Kupang memberikan pernyataan sikap terkait statemen yang diduga berbau SARA oleh Ketua DPRD Kota Kupang pada Sabtu, 29 Mei 2021.
Anggota DPRD Kota Kupang memberikan pernyataan sikap terkait statemen yang diduga berbau SARA oleh Ketua DPRD Kota Kupang pada Sabtu, 29 Mei 2021. (POS KUPANG.COM/RYAN NONG)

Forum Pemuda NTT, kata Roma, meminta Ketua DPRD Kota mengklarifikasi pernyataannya agar tidak menuai polemik di masyarakat terkait pertanyaan itu.

"Beliau kan pejabat publik dan pernyataannya yang berbau rasis ini menggambarkan dirinya sebagai pejabat publik yang tidak memahami konstitusi," beber dia.

Para anggota DPRD kota Kupang foto bersama usai membacakan mosi tidak percaya terhadap ketua DPRD.
Para anggota DPRD kota Kupang foto bersama usai membacakan mosi tidak percaya terhadap ketua DPRD. (POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)

Bedi  menilai, Kota Kupang sebagai ibukota Provinsi NTT merupakan kota yang heterogen karena terdiri dari berbagai macam suku agama ras dan golongan serta latar belakang sehingga semuanya merupakan warga yang sama kedudukannya di hadapan hukum dan perundangan. 

"Kota Kupang ini milik semua orang dari berbagai macam suku dan agama serta latar belakangnya masing. Kita dari Forum Pemuda NTT minta untuk segera melakukan klarifikasi atas pernyataan ini," tegas dia. (
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong) 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved