Pengakuan Ramos Horta : Timor Leste Setelah Merdeka Impor 70% Barang dari Indonesia

Kini setelah 20 tahun lebih merdeka dari Indonesia lantas bagaimana hubungannya dengan Indonesia, dan bagaimana situasi Timor Leste kini.

Editor: Hermina Pello
zoom-inlihat foto Pengakuan Ramos Horta : Timor Leste Setelah Merdeka Impor 70% Barang dari Indonesia
AFP
Ramos Horta. Pengakuan Ramos Horta : Timor Leste Setelah Merdeka Impor 70% Barang dari Indonesia

POS-KUPANG.COM - mantan Presiden Timor Leste, Jose Ramos-Horta mengungkapkan kondisi Timor Leste setelah lepas dari Indonesia. Timor Leste merdeka setelah referendum yang disponsori PBB tahun 1999.

Mayoritas rakyat Timor Leste memilih merdeka dari Indonesia, dan kini Indonesia dan Timor Leste telah berpisah sebagai dua negara berbeda.

Pasca referendum Timor Leste menjadi negara mandiri tahun 2002, dan diakui merdeka dan berdaulat oleh PBB.

Namun, seiring berjalannya waktu, situasi di Timor Leste kerap kali mendapat sorotan karena ekonominya yang cenderung jalan ditempat.

Kini setelah 20 tahun lebih merdeka dari Indonesia lantas bagaimana hubungannya dengan Indonesia, dan bagaimana situasi Timor Leste kini.

Hal itu ternyata pernah diungkapkan mantan Presiden Timor Leste, Jose Ramos-Horta, saat berbicara pada Deutsche Welle, melalui DW.

Baca juga: Begini Sistem Pemerintahan Timor Leste Ada Presiden dan Perdana Menteri , Kok Bisa? Ini Penjelasanya

Deutsche Welle berbicara pada Jose Ramos-Horta, yang menerima Nobel Perdamaian tahun 1996.

Dia mengatakan Timor Leste kini telah banyak berubah, dan keadaanya mengalami peningkatan setelah merdeka.

Menukil DW, Ramos-Horta mengatakan, Timor Leste kini sangat damai. Tidak ada kekerasan politik, sama sekali.

"Negara ini sangat damai dalam hal tersebut. Bahkan tingkat kriminalitas biasa pun sangat rendah. Tidak ada kejahatan terorganisir."

"Tetapi kami masih memiliki beberapa tantangan serius dalam mengatasi kemiskinan, kekurangan gizi."

"Kami belum berhasil di bidang ketahanan pangan, tetapi negara ini berkembang sangat pesat dalam 15 tahun terakhir."

"Sekarang aliran listrik di negara kami 24 jam."

"Dalam waktu dekat kami akan memiliki kabel bawah laut yang didatangkan dari Australia untuk meningkatkan konektivitas. Kami akan menikmati konektivitas abad ke-21."

"Kami telah memiliki cyber optic di seluruh negeri, sekarang tinggal menunggu kabel bawah laut."

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved