Mayat Putri Tersangkut Pintu Irigasi Bena
Perjalanan hidup Putri Hauteas berakhir di Saluran Irigasi Bena, Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan
POS-KUPANG.COM | SOE -Perjalanan hidup Putri Hauteas berakhir di Saluran Irigasi Bena, Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timur Tengah Selatan ( Kabupaten TTS), Sabtu (22/5) sore. Bocah 4 tahun ini tewas tenggelam, lalu terseret air sejauh 600 meter.
Mayat Putri tersangkut di pintu air BB 5. Korban pertama kali ditemukan Yusak Kakan, sudah tak bernyawa. Menurut Yusak saat ditemukan posisi kepala Putri berada di bawah dasar saluran irigasi, sedangkan kakinya di atas. Saluran Irigasi Bena lebar 2,5 meter dan dalam 1,7 meter.
Yusak menuturkan, pada Sabtu pukul 16.30 Wita dia sedang merontok padi tak jauh dari lokasi korban mandi. Yusak kaget mendengar suara teriakan minta tolong karena ada anak yang tenggelam.
Tanpa pikir panjang, Yusak bergegas masuk ke dalam saluran mencari korban. Setelah menyusuri saluran irigasi sejauh kurang lebih 600 meter, Yusak menemukan Putri tersangkut di pintu air BB 5.
Baca juga: PDIP: Ganjar Pranowo Kebablasan Tak Diundang ke Acara Puan Maharani
Baca juga: Promo BreadTalk Hari ini Senin 24 Mei 2021, Promo Toast Rific Aneka Roti Harga Mulai Rp 15ribuan
"Saya mencari keberadaan korban di dalam saluran irigasi dengan cara menyapu-nyapu dasar saluran menggunakan kaki. Saat menyapu-nyapu di pintu air, kaki saya menyentuh tubuh korban. Saya lalu menyelam dan mengangkat korban keluar dari saluran irigasi," terang Yusak saat ditemui di rumah duka, Desa Linamnutu, Minggu (23/5).
Menurut Yusak, saat ditemukan korban sudah dalam kondisi tak sadarkan diri. Selanjutnya korban diberikan kepada Tony Nomleni (30). Oleh Tony, korban sempat diberikan pertolongan dengan cara membalikkan kepala korban ke bawah lalu menggoyang-goyangkan tubuh korban, dengan harapan korban memuntahkan seluruh air yang sebelumnya ditelan. Namun korban tidak berekasi setelah 15 menit dilakukan upaya pertolongan.
Mayat Putri kemudian diserahkan kepada kakeknya, Nitanel Hauteas yang juga ikut melakukan pencarian. Dengan menggunakan sepeda motor, mayat Putri dibawa ke rumah duka.
Baca juga: Peresmian Lopo Dia Bisa Bank NTT BUMDes Poco Nembu: Gubernur Viktor Puji Kopi Colol
Baca juga: Tissa Biani: Restu Keluarga
Nitanel Hauteas menuturkan, pada Sabtu sekitar pukul 16.00 Wita, Putri mengajak dirinya untuk mandi di saluran irigasi Bena. Lokasi tersebut tidak jauh dari rumah orang tua korban.
Karena terus mendesak, Nitanel tak bisa menolak keinginan sang cucu. Saat tiba di saluran irigasi, tepatnya dekat pintu air, Putri masuk ke dalam saluran irigasi namun hanya berdiri pada anak tangga pertama. Dengan menggunakan gayung, Putri menimba dan menyiram air pada tubuhnya.
"Saat dia mandi, saya pergi ke rumah tetangga yang berada tidak jauh dari saluran irigasi tersebut," terang Nitanel saat ditemui di rumah duka, Minggu (23/5).
Tak lama berselang, terdengar suara teriakan minta tolong karena ada yang tenggelam di saluran irigasi. Nitanel pun bergegas menuju irigasi, ternyata yang tenggelam adalah cucunya.
Saksi mata, Sony Benu (10) sempat melihat korban berdiri di tangga dan mandi menggunakan gayung. Sony dan beberapa temannya sedang mandi di dalam saluran irigasi berdiameter 2,5 meter dengan kedalaman sekitar 1,7 meter, tak jauh dari lokasi korban mandi.
"Saya lihat dia awalnya mandi di anak tangga pertama dengan menggunakan gayung. Tiba-tiba, dia jatuh ke dalam saluran irigasi. Saat dia jatuh, dia terbawa arus air menuju posisi saya mandi. Saya sempat memegang rambutnya bermaksud untuk menariknya ke atas, namun karena derasnya aliran air, dia terlepas dari genggaman saya dan terbawa air," ujar Sony.
Ibunda Putri, Yosina Hauteas (40) tak mampu menahan kesedihannya. Sambil memeluk jenazah, Yosina meratapi kepergian anak bungsunya itu untuk selama- lamanya. Ia menangis histeris.
Yosina menuturkan, pada Sabtu pagi, dia pergi memotong padi. Sedangkan Putri berada di rumah bersama kakeknya, Nitanel Hauteas. Sekitar pukul 16.30 Wita, Yosina mendapat telepon dari seorang keluarga menginformasikan bahwa Putri tenggelam dan terbawa air irigasi Bena.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/nampak-putri-hauteas-4-sedang-disemayamkan.jpg)