Ini Harapan Kadin Sumba Timur Terhadap Ketua Umum Kadin
Ini harapan Kamar Dagang dan Industri ( Kadin) Kabupaten Sumba Timur kepada Ketua Umum Kadin Indonesia
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Kamar Dagang dan Industri ( Kadin) Kabupaten Sumba Timur mengharapkan Ketua Umum Kadin Indonesia yang akan dipercayakan menakhodai organisasi tersebut periode berikut agar bisa lebih memperhatikan perdagangan dan industri di Provinsi NTT terutama di Kabupaten Sumba Timur.
Ketua Kadin Kabupaten Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq menyampaikan hal itu, Minggu 23 Mei 2021.
Ali Fadaq dimintai tanggapan dan harapan Kadin Sumba Timur terhadap Ketua Umum Kadin Indonesia.
"Siapa pun yang akan dipercayakan sebagai Ketua Umum Kadin periode berikutnya, saya berharap bisa lebih lagi memperhatikan kondisi perdagangan dan industri di Provinsi NTT terkhususnya juga si Sumba Timur," kata Ali Fadaq.
Baca juga: Warga Diaspora Maumere di Jakarta Dukung Persami Menuju ETMC 2021
Baca juga: Kadis PMD Sumba Barat, Target Akhir Mei 2021 Seluruh Desa Cairkan Dana Desa Tahap Pertama
Dijelaskan, jika nanti sudah terpilih Ketua Kadin Indonesia yang baru, diharapkan agar perhatian yang dilakukan jangan hanya terpusat saja di wilayah tertentu, melainkan bisa merata di semua wilayah termasuk di NTT.
"Harapan kita dengan adanya perhatian Kadin Indonesia,maka masalah ketertinggalan dan kemiskinan di NTT bisa teratasi," katanya.
Ditanyai Kadin Sumba Timur saat menjagokan siapa figur yang dipandang mampu menahkodai Kadin Indonesia, Ali Fadaq yang juga sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur ini mengatakan, Kadin di kabupaten dan kota tidak memiliki hak suara, kecuali Kadin Provinsi.
"Ini gawenya Kadin provinsi, oleh karena itu, kita juga berharap hak suara yang dimiliki itu bisa dimanfaatkan secara baik sehingga dapat berkontribusi dalam pemilihan nanti," jelas Ali Fadaq.
Baca juga: Tim Pelatih Persami Maumere Sudah Seleksi 58 Pemain di Tahap Pertama
Baca juga: Andre Pareira: Kabupaten Flores Timur Dapat Kuota 552 Formasi Guru PPPK
Ali Fadaq juga mengakui, untuk berinvestasi di wilayah NTT secara umum cukup sulit karena dipengaruhi oleh topografi.
"NTT ini wilayah kepulauan sehingga untuk berinvestasi pun tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, perlu perhatian pusat agar berkolaborasi dengan daerah dalam rangka menghidupkan investasi," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sumba-timur-dan-dprd.jpg)