Caketum Kadin M. Arsjad Rasjid: Industri Kesehatan Masih Rendah
Arjsad menerangkan, bila ingin menjadi seorang pengusaha, semestinya mempunyai naluri untuk melihat segala potensi yang ada di sekitar kita.
Caketum Kadin M. Arsjad Rasjid: Industri Kesehatan Masih Rendah
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Calon Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) M. Arsjad Rasjid menyebutkan saat ini industri kesehatan di Indonesia saat masih sangat sedikit sehingga dibutuhkan pengusaha baru yang dapat merambah ke dunia ini.
"Industri kesehatan di Indonesia masih di bawah, sehingga butuh dibangun. Di industri kesehatan itu, misalnya buat masker," katanya, di aula lantai 5 aula Universitas Citra Bangsa (UCB) saat menjadi salah satu narasumber di kuliah umum itu, Sabtu 22 Mei 2021.
President Director Indika Energi ini, mengungkapkan, jika saat ini orientasi semua orang, terkhususnya mahasiswa lebih kepada menjadi seorang pegawai, maka pada tahun 2045 akan terjadi 'malapetaka'.
Baca juga: Menteri Bahlil Klaim UU Ciptaker Berikan Kemudahan Usaha
Senada dengan Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia, Arsjad juga mengaku mendukung atas disahakannya undang-undang
cipta kerja yang diklaimnya memberikan dampak positif bagi pelaku usaha.
Dia pun memberikan tips-tips bagi mahasiswa yang hendak memulai usaha yakni dinamis, berani mengambil resiko, kreatif, mandiri, terdidik, patriotik dan nasional.
"Kalau kita ingin membantu indonesia, Kita punya mineral dan semua yang ada. Indonesia punya itu, punya pertanian. Indonesia memiliki semua. Yang harus dilakukan oleh kita adalah harus satu tidak boleh pecah belah, dan menjadi pengusaha adalah tujuan" harapnya.
Arjsad juga menerangkan, bila ingin menjadi seorang pengusaha, semestinya mempunyai naluri untuk melihat segala potensi yang ada di sekitar kita.
Naluri itu, kata dia, mampu melihat peluang yang dapat dimanfaatkan sebagai usaha dan juga memahami potensi pasar yang sedang berkembang.
"Apa yang dibutuhkan, itulah menjadi peluang bisnis, itu menjadi usaha dan kebutuhan dan kembangkan dengan kreatifitas. Untuk menjalankan itu, juga harus sesuai dengan diri masing-masing," urainya.
Baca juga: Abraham Paul Liyanto Soal Kedatangan Bahlil Lahadalia ke NTT: Beliau Ini Menteri Rasa HIPMI
Ia pun berharap adanya kecakapan dari pengusaha terutama menjalin komunikasi yang baik kepada semua pihak. Menurutnya, dengan kemampuan komunikasi yang baik, akan semakin terbukanya pengembangan usaha itu sendiri.
"Tingkatkan komunikasi dengan semua pihak. Jangan pikir dulu modalnya, bisa dijual itu produk yang telah ada. Apa lagi saat ini telah banyak kemudahan dari pemerintah," pungkasnya. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/caketum-kadin-m-arsjad-rasjid-di-ucb.jpg)