Senin, 8 Juni 2026

Israel Serang Jalur Gaza

Ternyata Ini Penyebabnya, Mengapa Negara-negara Arab Diam Ketika Palestina Diserang Israel

Saling serang antara Israel peperangan di Jalur Gaza antara pasukan sayap Hamas Brigade Al Qassam masih terus berlangsung. 

Tayang:
Editor: John Taena
Tribunnews/Herudin
Pengunjuk rasa membakar replika bendera Israel saat menggelar aksi di depan Gedung Kedubes Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Selasa 18 Mei 2021. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Ternyata Ini Penyebabnya, Mengapa Negara-negara Arab Diam Ketika Palestina Diserang Israel. 

Hingga saat ini kondisi di Jalur Gaza belum pulih. Entah sampai kapan peperangan di Jalur Gaza antara kedua belah pihak ini akan berakhir.

Saling serang antara Israel peperangan di Jalur Gaza antara pasukan sayap Hamas Brigade Al Qassam masih terus berlangsung. 

Serangan Israel ke jalur Gaza sejak Ramadan lalu telah menimbulkan banyak korban.

Ratusan warga Palestina meninggal dunia dan ribuan lainnya luka-luka.

Namun, sampai saat ini negara-negara Arab belum melakukan langkah pasti dalam meredamkan konflik Israel-Palestina.

Mengapa?

Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ahmad Sahide mengatakan, diamnya negara-negara Arab karena memiliki ketergantungan sangat tinggi terhadap Amerika Serikat.

Padahal, AS memiliki lobi kuat Yahudi untuk menjaga politik luar negerinya, terutama dalam konflik Israel-Palestina.

Dengan kondisi itu, Palestina pun tidak memiliki dukungan politik dan strategi perjuangan yang kuat seperti Israel.

"Palestina tidak mempunyai strategi perjuangan seperti Yahudi dulu sewaktu awal menggagas untuk mendirikan negara Yahudi (Israel)," kata Suhedi saat dihubungi Kompas.com, Minggu 16 Mei 2021.

"Orang-orang Yahudi saat itu melakukan penggalangan dana, mendekati negara-negara yang berpengaruh di kancah dunia," sambung dia.

Baca juga: Israel Bertekad Hancurkan Hamas Sampai ke Akar-akarnya, IDF Akan Terus Menyerang Jalur Gaza

Selagi AS menjadi negara superpower dan negara-negara Islam mempunyai ketergantungan yang tinggi terhadap Amerika, maka Israel akan terus-terusan melakukan aksi brutalnya terhadap warga Palestina," jelasnya.

"Mengurangi tingkat ketergantungan tehadap AS tentu dimulai dengan mengembangkan sains, teknologi, dan ilmu pengetahuan," sambungnya.

Ia menjelaskan, konflik Israel-Palestina tidak bisa diselesaikan dengan perang dan aksi militer. Sebab, Israel merupakan salah satu negara dengan alat militer terbaik di dunia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved