Breaking News:

Ramadan 2021

Ramadhan Sebagai Bulan Tarbiyah Dalam Meraih Fitri

Sehari lagi umat Islam akan meninggalkan bulan suci ramadhan, demi memasuki babak baru kehidupanya dibulan syawal, Keletihan panjang dialami oleh

Editor: Ferry Ndoen
Ramadhan Sebagai Bulan Tarbiyah Dalam Meraih Fitri
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik di Universitas Muhammadiyah Kupang.

POS KUPANG.COM --Sehari lagi umat Islam akan meninggalkan bulan suci ramadhan, demi memasuki babak baru kehidupanya dibulan syawal, Keletihan panjang dialami oleh umat islam dikala  mentarbiyahkan dirinya dan keluarganya untuk menjalan kewajiban ibadah Puasa menjaga hawa Napsu, mentadarruskan Alqur’an, melaksanakan Sholat fardu dan sholat sunnah qiyamul lail, berzikir dan berikhtikaf, serta mengasah sifat kedermawanannya dengan semangat berzakat, berinfak bersadaqah dan berumrah semata-mata karena Allah SWT, namun semua itu akan memberikan rasa penuh kebahagiaan ketika umat Islam  telah memasuki bulan syawal dengan penuh kesucian dalam perayaan hari Raya Idul Firi.

 Karena hakikat dari hari raya idul fitri adalah setiap diri dari kaum muslimin yang menjalankan Ibadah Puasa di bulan ramadhan Kembali kepada kesucian (Fitra). Sebulan penuh Kaum muslimin mentarbiyahkan atau mendidik dirinya untuk menjalankan ibadah puasa sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan menjauhkan diri dari segala hal yang dilarang oleh Allah SWT. 

Didasarkan pada sandaran Alqur’an dan Hadist, maka umat islam berkomitmen untuk menjalankan Ibadah puasa, dibulan ramadhan, sebagai wujut ketundukan dan kehambaannya dalam melakukan menguatan ketauhidannya kepada Allah SWT, sang pencipta lagit dan bumi beserta segala isinya. Sebagaimana Fiman Allah SWT Bahwa: “ (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

 Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (Al.Baqarah:185)

Dalam Pandangan Islam bulan Ramadhan merupakan sebuah proses yang panjang terhadap pembentukan dan penguatan terhadap nilai-nilai ketauhidan dan kehambaan dari setiap diri kaum muslimin kepada Allah SWT.

 Proses pembentukan dan penguatan ini dilakukan melalui puasa, berzkir , mentaddaruskan Alqur’an, melaksanakan sholat fardu, dan sholat tarwih (qiyamul Lail), menjaga lisan,  membangun semangat kedermawanan dalam diri setiap kaum muslimin serta umrah bagi kaum muslimin yang memiliki kemampuan secara ekonomi.

 Target utama yang akan diraih adalah penguatan ketauhidan (ideologi), penuh ketundukan dan penghambaannya,demi meraih kesucian diri sebagai hamba Allah yang soleh  dan Istikomah, dalam menjalankan perintah Allah SWT dan menjaukan diri dari segala larangan Allah SWT.

Empat aspek penting dari hikmah ramdhan yang dapat kita ambil, dari proses pembentukan kerohanian kaum muslimin pasca bulan ramadahan atau idul fitri atau Kesucian  adalah: Pertama, secara sosiologis maupun psikologis telah lahirnya manusia baru yang penuh dengan Kerendahan hati, teguh pendirian, penuh kesabaran, mampu menahan hawa napsunya dalam setiap kondisi apapun. Kedua: lahirnya ilmuan-ilmuan baru yang memiliki pengetahuan yang baik tentang Isi kandungan, demi Menjawab Sunnah Nabi Muhammad SAW, Bahwa ;”Manusia Terbaik adalah mereka yang mempelajari AlQur’an Dan Mengjarkanya (HR.Bukhari). Ketiga, munculnya manusia baru yang mampu menjaga lisannya. 

Lisan yang selalu membawa ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat, lisan yang selalu mengajak manusia dalam mengerjakan amal soleh, menasehati tentang kebenaran, dan menasehati tentang kesabaran. Keempat,  Lahirnya manusia yang memiliki nilai kedermawanan, selalu siap untuk berbagi, melalui zakat Infaq dan sadaqah kepada manusia yang membutuhkan tanpa memandang suku agama, ras dan antar golongan.

1 Syawal kaum Muslimin merayakan Idul Fitri sebagai hari kemenangan dalam mewujutkan Nilai-nilai Ketakwaan. Sebagai Mana firman Allah SWT: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim. 

Supaya kamu memperoleh keimanan yang kuat dan tidak goyah ketika terjadi cobaan, maka wahai orang-orang yang beriman!(QS. Alimran:102). Semua kaum muslimin berkumpul menjalankan Ibadah Sholat Idul Fitri secara berjamaah dimasjid atau dilapangan, tanpa ada kesejangan antara miskin dan kaya,tidak kesenjangan karena perbedaan suku dan ras, semuanya semua terikat dalam kesatuan Ukhua atau toleransi, dan bersama-sama menganggungkan nama tuhan dengan Bertasbih, bertahlil dan bertahmit, tidak ada kesombongan dan keriaan yang tertanam dalam diri kaum muslimin. Firman Alla SWT  Bahwa: Allah SWT Berfirman Bahwa “ Dan segala Apa yang ada dilangiit dan di bumi hanya bersujut kepada Allah, yaitu semua  yang bergerak (bernyawa) dan Juga Para malaikat, dan   mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri (An.Nahl:49 ).

Momentum 1 Syawal Di Hari raya Idul fitri juga akan memberikan dampak positif terhadap toleransi antara Intern Umat beragama, antar umat beragama dan umat beragama dan pemerintah dengan sandaran utama adalah nilai keimanan dan ketakwaan Kepada Allah SWT, sebagaimana Firman Allah SWT  “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.

Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti (QS. Al.Hujarat:13). Selamat Merayakan Idul Fitri, Mohon Maaf lahir dan Batin, semoga kita semua keberkahan Allah senantiasa tercurahkan kepada Masyarakat dan Bangsa Indonesia yang kita cintai ini. Amin Ya Rabbal A’lamin.

OLEH: SYARIFUDDIN DARAJAD
Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Kupang
 

Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik di Universitas Muhammadiyah Kupang.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik di Universitas Muhammadiyah Kupang. (POS KUPANG.COM/ISTIMEWA)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved