Parodi Situasi

Parodi Situasi: Siapa Ingin Jadi Presiden

Rupanya yang ingin jadi Presiden itu si dia. Konon kalau dia jadi Presiden dia ingin duduk di kursi sampai tiga periode

Editor: Kanis Jehola
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang 

POS KUPANG.COM - Baru ketahuan! Rupanya yang ingin jadi Presiden itu si dia. Konon kalau dia jadi Presiden dia ingin duduk di kursi sampai tiga periode. Jadi dia pura-pura lempar wacana tiga periode Jokowi.

Pada hal dirinya yang ketahuan ingin atau ingin sekali jadi presiden periode pertama, kedua, ketiga, dan kalau ada periode keempat dan kelima, dia tetap ingin tetap.
***
"Kenapa mesti malu?" tanya Jaki sambil menantang wajah Rara.
"Malu dengan Benza dan Nona Mia. Apa kata orang-orang!" jawab Rara.
"Pokoknya kamu punya tugas itu hanya bunyikan ke media. Lihat reaksi masyarakat umum. Siapa tahu lemparan kita ini kena sasaran," kata Jaki kepada Rara. "Kalau Jokowi tiga periode berarti kamu pun pasti tiga periode. Bagaimana?" bujuk Jaki.

Baca juga: Magdalena: Kena Tipu

Baca juga: Pimpinan DPR Kritik Jokowi, Sebut Pemerintah Tidak Peka, Izin WNA China Masuk RI saat Larangan Mudik

"Tetapi kita melanggar undang-undang!"
"Tembak saja dulu!" sambar Jaki lagi. "Kamu sudah masuk ke dalam saya punya arena
politik. Jadi mainkanlah. Ini soal politik bukan soal undang-undang."

"Waduh! Kalau politik tidak mengerti undang-undang bisa repot," jawab Rara. "Malu!"
"Kamu mau nyaman atau tidak? Nyaman senyaman-nyamannya," kata Jaki lagi.

"Kamu boleh saja malu tetapi mau bukan? Lanjutkan!" demikian Jaki memakai gaya perintah dan Rara segera laksanakan. Sasaran pertama adalah sahabat-sahabatnya sendiri. Dia pancing wacana tiga periode presiden Jokowi ke Nona Mia dan Benza. Berkali-kali dia lemparkan wacana itu dan berkali-kali pula kedua sahabatnya tidak menanggapi.
"Pokoknya buat mereka terpancing!" perintah Jaki dengan tegas.

Baca juga: Opname di Rumah Sakit, Najwa Shihab Posting Ini Tentang DPR, Efeknya Naikin Imun atau Asam Lambung?

Baca juga: Benny Wenda Berkoar Teriak Kemerdekaan,Tak Dikenal di Papua, Kini Samakan Bumi Cendrawasi dengan Ini

***
"Ooooh kamu yang sebetulnya ingin?" kata Benza. "Berkali-kali kamu pancing reaksi kami kah? Pada hal kamu yang ingin!"

"Ingin apa?" Rara melototkan matanya. "Terus kalau saya ingin kenapa? Apa urusanmu? Bisa saja Jokowi tiga periode. Apa salahnya? Kalau Jokowi tiga periode kita mesti dukung. Kita juga mesti upayakan sedemikian rupa agar bisa tiga periode. Suara-suara kita perlu didengar," Rara masih melototkan matanya sambil berdiri tegak menantang wajah Benza dengan rasa malu.

Akan tetapi bukan Rara namanya kalau tidak bisa berkelit sedemikian rupa agar apa yang dia sampaikan itu terkesan sebagai pikirannya sendiri. Pada hal itu pikiran Jaki yang diselipkan melalui Rara.

"Kamu yang ingin duduk terus selama tiga periode? Pura-pura bilang Jokowi yang mau!" Benza geleng-geleng kepala menyayangkan pikiran dan sikap Rara. "Ada yang bujuk kamu bicara tiga periode untuk Jokowi kah? Siapa? Ayoh jawab!"

"Menurut kamu bagaimana temanku Nona Mia?" Rara tersudut dan berupaya mengalihkan perhatian kepada Nona Mia yang sedang duduk memperhatikan Rara dan Benza.
"Sepertinya kamu yang ingin duduk, kamu yang duduk ingin!"
"Apakah saya salah?" tanya Rara.

"Makanya baca, bacalah berita!" jawab Nona Mia. "Jangan hanya sibuk you tube wajah-wajah artis! Mari kita baca berita ini," Nona Mia mulai membaca. "Dengar baik-baik ya!"
***
"Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyinggung isu yang sebelumnya bergulir soal rezim Joko Widodo atau Jokowi ingin mengamandemen UUD 1945 untuk mengubah jabatan presiden tiga periode. Megawati menyebut, orang yang menggulirkan isu tersebutlah sebetulnya yang menginginkan bisa berkuasa hingga tiga periode di masa mendatang," Nona Mia berhenti sejenak.

"Dengar saya baca lebih lanjut. Hari-hari ini Pak Jokowi dikocok berkeinginan, katanya, untuk tiga periode. Lha orang yang ngomong itu yang kepengin sebetulnya, suatu saat siapa tahu dianya bisa jadi ingin tiga periode. Jelas bukan?" kata Nona Mia.

"Oh begitu!" tanya Rara. "Jadi tidak boleh kah kita lemparkan wacana tiga periode untuk presiden kita yang sangat baik hati untuk NTT."

"Boleh saja!" Benza menjawab. "Sepanjang tidak langgar undang-undang. Silahkan!"
"Dengar baik-baik ini," Nona Mia membaca lagi. "Megawati menegaskan, aturan undang-undang sudah jelas bahwa masa jabatan presiden hanya dua periode. Jadi, aturan mainnya sudah ada!"

"Tetapi bisa saja undang-undang diubah demi kepentingan." sambung Jaki yang baru saja bergabung dengan ketiga sahabatnya yang lain.
***
"Kepentingan siapa? Kepentingan kamu memanfaatkan Rara ataukah kepentingan Rara yang memanfaatkan kamu! Kamu ngerti undang-undang kah? " tanya Benza dan Nona Mia.
"Entalah!" Jaki mengangkat bahu. "Tanya saja ke Rara. Bukankah dia yang lempar wacana ke lapangan luas. Ikut-ikutan suara orang-orang di sana. Rara yang ingin jadi presiden.

Rara yang sebetulnya ingin. Bukan saya!" suara Jaki disambar Rara dengan satu hantaman. Untung saja Jaki segera menghindar.

"Berani sekali kamu mencuci tangan!" teriak Rara. "Kamu profokator!"
"Memang siapa yang ingin jadi presiden?" sambung Jaki. (*)

Kumpulan Parodi Situasi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved