Malam Lailatul Qadar
Makna Lailatul Qadar & Tanda-tanda Malam Lebih Baik dari 1000 Bulan Ada di 10 Malam Terakhir Ramadan
Makna Lailatul Qadar & Tanda-tanda Malam Lebih Baik dari 1000 Bulan Ada di 10 Malam Terakhir Ramadan
Ada berbagai amalan bisa dilakukan untuk meraih Lailatul Qadar.
Sebagaimana amalan yang dilakukan Rasulullah ketika malam Lailatul Qadar tiba adalah dengan melaksanakan iktikaf di masjid.
Selama iktikaf berlangsung, Rasulullah juga memperbanyak amalan sunnah lainnya, seperti mengaji, mendirikan shalat sunnah lainnya, dan membayar zakat.
Lalu, Rasulullah juga menganjurkan umatnya untuk senantiasa bermunajat kepada Allah melalui doa-doa yang beliau anjurkan. Antara lain, doa memohon ampunan seperti Allahumma innaka ‘afuwwun karim tuhibbul ‘affwa fa’fu ‘anni dan Robbana atina fiduunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina adzabannar. Nantinya, setiap doa yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah SWT. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak shalawat, sedekah, dan melakukan kebaikan lainnya.
Baca juga: Kapan Nuzulul Quran, Lailatul Qadar atau Malam 17 Ramadan? Simak Penjelasan Ulama
Tanda-tanda Lailatul Qadar
Dilansir dari Kompas.com, 14 Mei 2020, penceramah Ustaz Maulana menjelaskan beberapa hal mengenai tanda atau ciri datangnya malam Lailatul Qadar.
Diriwayatkan dari Imam Muslim, "Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR. Imam Muslim, 762).
Kemudian, riwayat dari Ibnu Abbas, Rasullulah SAW bersabda: "Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan yang begitu menghangatkan dan menenangkan." (HR. Al Baihaqi).
Tanda-tandanya antara lain: Udara yang tenang dan sejuk Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Lailatul Qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah."
Matahari terbit dengan teduh
Ciri-ciri malam Lailatul Qadar adalah cahaya mentari teduh, cerah tak bersinar kuat keesokannya. Dasarnya dari hadis Ubay bin Ka'ab radliyallahu'anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Keesokan hari malam Lailatul Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan." (HR. Muslim).
Cholil menambahkan, Lailatul Qadar akan turun di tanggal-tanggal ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Kendati demikian, ia mengingatkan umat Islam untuk tidak hanya memfokuskan ibadahnya pada malam-malam tersebut.
Menurutnya, ibadah harus dilaksanakan secara konsisten pada malam apa pun, bukan hanya pada saat Lailatul Qadar saja. "Bisa 21, bisa 23, bisa 25, 27, 29.
Tetapi, tetap kita harus stabil di dalam beribadah," kata Cholil saat dihubungi Kompas.com, Minggu (2/5/2021).