Breaking News:

Wakil Walikota, Hermanus Man : Angka Stunting di Kota Kupang Masih Tinggi 

Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) walikota Kupang tahun 2020 yang menyebutkan angka stunting naik sejak dua tahun terkahir. 

POS KUPANG.COM/IRFAN HOI
Wakil walikota Kupang, Hermanus Man saat di wawancarai wartawan Pos Kupang.  

Wakil Walikota, Hermanus Man :  Angka Stunting di Kota Kupang Masih Tinggi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG --Perkembangan angka stunting di kota Kupang masih berada di angka 30 persen atau melampaui target dari pemerintah kota Kupang yang hanya dibawah angka 20 persen. 

Hal ini terungkap dari Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) walikota Kupang tahun 2020 yang menyebutkan angka stunting naik sejak dua tahun terkahir. 

Terkait masalah ini Wakil walikota Kupang, Hermanus Man, mengatakan saat ini pemerintah kota Kupang tengah berupaya untuk menekan angka stunting di kota Kupang. 

"Saya dalam Minggu ini sedang mempersiapkan itu untuk rencana kita mengatasi masalah stunting. Gizi buruk dan stunting itu masih kait mengait, saat ini," jelasnya, Senin 3 Mei 2021 di balaikota Kupang. 

Baca juga: Herman Man: Anggaran Pembayaran Upah Petugas Pengubur Jenazah covid-19 Sudah Disiapkan

Ia juga mengaku, saat ini telah dihubungi oleh gubernur NTT untuk bergabung bersama satuan tugas (satgas) stunting NTT dalam merencanakan pencegahan stunting di NTT umumnya dan kota Kupang khususnya. 

BINGKISAN MAKANAN-- Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man menyerahkan bingkisan makanan berbuka, Jumat 23 April 2021
BINGKISAN MAKANAN-- Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man menyerahkan bingkisan makanan berbuka, Jumat 23 April 2021 (DOC PROKOMPIM KOTA)

Herman menerangkan, penanganan masalah stunting tidak hanya dilakukan dengan pemberian asupan, namun lebih dari itu, harus adanya penanganan bersama dari semua pihak. 

"Harus dari hulu dan hilir, kita sepakati dari mana, ibu hamil? dan penanganan itu harus hulu hilir. Ibu hamil ini masih ada kaitnya dengan 1000 hari pertama, semua ibu hamil ini mau diapakan," sebutnya. 

Ia menegaskan, penanganan masalah stunting tidak hanya bersumber dari satu instansi anggaran. Pasalnya, menekan angka stunting justru juga dilihat dari aspek ekonomi, pemberdayaan masyarakat, hingga sanitasi. 

Baca juga: Kepala Puskesmas : Tidak Ada Peningkatan Kasus DBD dan Terus Edukasi Masyarakat Terkait PHBS

Saat ini ia sedang berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk mendata dan mengukur tinggi dan berat badan dari anak dengan usia dibawah tiga tahun. 

Instruksi ini, menurutnya harus dilakukan untuk mengetahui letak persoalan masalah stunting itu sendiri. Hubungan antar umur, tinggi badan dan berat badan anak akan menunjukan langkah penanganan lanjutan apabila terindikasi stunting. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved