Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Senin 3 Mei 2021, Pesta St. Filipus & St. Yakobus: SATU-SATUNYA JALAN

Jika ingin bepergian dengan atau tanpa kendaraan tentunya kita harus melewati jalan agar sampai ke tujuan.

Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Senin 3 Mei 2021, Pesta St. Filipus & St. Yakobus: SATU-SATUNYA JALAN (Yohanes 14:6-14)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Jika ingin bepergian dengan atau tanpa kendaraan tentunya kita harus melewati jalan agar sampai ke tujuan.

Dalam kenyataan, ada bermacam-macam jalan. Tak hanya secara status dikenal jalan desa, jalan kabupaten, jalan negara; jalan umum, jalan Tol (tax on local) yang dikenal sebagai jalan bebas hambatan; atau secara kondisi dialami jalan bagus dan jalan rusak; pun dikenal istilah berbagai istilah terkait jalan. Sebut saja jalan buntu, salah jalan, ada banyak jalan ke Roma.

Yesus menyatakan diri sebagai Jalan, Kebenaran, dan Hidup (Yoh 14:6). Ia adalah Jalan (the Way) yang membawa orang kepada Bapa. Yesus tidak hanya menunjukkan jalan tertentu yang harus dilewati sebagaimana ditanyakan Tomas (lih. Yoh 14:5). Ia menyatakan bahwa jalan itu adalah diri-Nya sendiri. Dia-lah satu-satunya jalan menuju kepada Bapa. Oleh karena itu, Ia menyebut diri-Nya Sang Jalan. Yesus bukanlah salah satu dari sekian banyak jalan yang membawa kepada Bapa. Dia adalah Sang Jalan, satu-satunya jalan menuju kepada Bapa. Oleh karena itu, tidak seorang pun sampai kepada Bapa tanpa melewati Dia.

Dalam kapasitas-Nya sebagai Jalan itulah, Ia adalah juga Kebenaran dan Hidup. Jalan itu benar karena mengantar pada tujuan yang sejati. Dia bisa dipercaya dan orang bisa mempercayakan diri kepada-Nya. Dia mengatakan apa dan siapa sesungguhnya diri-Nya. Dia melakukan apa yang Dia katakan. Dia adalah kebenaran ketika mengatakan bahwa Ia adalah satu-satunya Jalan yang membawa kepada Bapa. Jalan itu adalah Hidup karena membawa orang kepada kehidupan. Dia-lah yang membawa orang pada pengenalan akan satu-satunya Allah dan siapa yang dimaksudkan dengan Yesus Kristus yang diutus oleh Allah.

Semua itu bisa terjadi karena Yesus adalah Dia yang datang dari Bapa dan yang kembali kepada Bapa. Hanya Dia yang berasal dari Bapa yang dapat membawa orang kepada Bapa. Kesatuan Yesus dengan Bapa adalah sedemikian erat sehingga Ia menghadirkan Bapa. Tak heran kalau Ia berani berkata, "Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa" (Yoh 14:9).

Para murid telah melihat dan mengenal Yesus. Maka mereka sesungguhnya telah melihat dan mengenal Bapa. Kita pun telah mengenal Yesus. Mengenal berarti menerima dalam kepercayaan; mempercayai. Sebagai orang yang percaya, kita hidup karena kepercayaan itu. Itulah jalan kita yang benar; jalan yang tak membuat kita tersesat atau salah jalan.

Kalau demikian, tetaplah kita berada di Jalan yang benar ini, karena apa saja yang kita minta dalam nama-Nya, Ia akan melakukannya (bdk. Yoh 14:14). *

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Baca artikel-artikel renungan harian katolik lainnya DI SINI

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved