Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Sabtu 1 Mei 2021: SATU

Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa

Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Sabtu 1 Mei 2021: SATU (Yohanes 14:7-14)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Kepada Filipus yang meminta, "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami" (Yoh 14:8), Yesus berkata, "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?" (Yoh 14:9-10).

Inti dari kata-kata Yesus adalah Ia dan Bapa adalah satu. Itu berarti kalau orang melihat, mendengar, bertemu  bertatapan, menyentuh-Nya; orang melihat, mendengar, bertemu, bertatapan, dan menyentuh Bapa. Ia adalah Allah, Sabda yang menjadi daging. "Pada mulanya adalah Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah" (Yoh 1:1).

De facto dari dulu orang selalu mencari Allah. Banyak orang berusaha untuk menemukan Allah melalui ciptaan-Nya; mendatangi orang-orang saleh; mendengarkan apa kata kaum bijak; mempelajari kitab-kitab. Ada juga yang mengklaim bisa mendengar pesan-pesan Allah melalui mimpi dan penglihatannya. Akhir-akhir ini menjadi heboh dengan munculnya Joseph Paul Zhang yang mengaku sebagai nabi ke 26 dalam akun youtube pribadinya yang kontroversial.

Kitab Suci Perjanjian Lama memuat banyak kisah tentang para nabi yang berbicara atas nama Allah. Secara istimewa Kitab Keluaran mengabadikan kisah tentang Musa di gunung Horeb saat Ia bertemu dengan Allah yang memperkenalkan diri kepadanya, "Aku adalah Aku, ego sum qui sum" (Lih. Kel 13:23-4:17). Di gunung Sinai, ia bertemu dengan Allah dan mendapat titipan kesepuluh firman untuk disampaikan orang Israel (lih. Kel 20:1-17). Tapi kita tahu bahwa dari seluruh kitab itu, mereka tak bertemu dengan Allah secara face to face. Musa, misalnya, mendengar suara Allah dari dalam semak api yang menyala.

Ketika Yesus, Sang Sabda, menjadi daging, Ia menyempurnakan semua kisah dalam Kitab Suci. Ia menunjukkan jalan untuk menemukan Allah. Ia menghadirkan Allah secara nyata agar orang bisa mengalami Allah secara langsung. Ia adalah menghadirkan Allah secara konkrit melalui dan dalam diri-Nya.

Maka, bersyukurlah Filipus, pun kita, karena Yesus, Sabda menjadi daging itu, ada di antara kita, menjadi saudara kita terkasih. Tubuh-Nya adalah Tubuh Allah. Kita melihat dan menyentuh Tubuh-Nya. Bahkan kita menyantap Tubuh-Nya yang memberi makna bagi hidup kita. Dalam persekutuan dengan-Nya melalui Tubuh-Nya, kita melihat dan menyentuh Allah.

So, kiranya ini pesan yang sangat penting untuk kita. Tak perlu lagi kita sibuk untuk mencari Allah. Tak boleh terlintas dalam benak untuk meninggalkan Sang Sabda yang menjadi manusia dengan alasan apa pun. Yang perlu untuk kita adalah selalu punya waktu untuk bertemu dan menyentuh-Nya. *

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Baca artikel-artikel renungan harian katolik lainnya DI SINI

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved