Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Jumat 30 April 2021: KITA DAN KEGELISAHAN

Problem yang kita hadapi dapat membawa kita kepada beberapa kecenderungan. Salah satu di antaranya adalah kegelisahan.

Dok Pribadi
RD Hironimus Nitsae 

Renungan Harian Katolik, Jumat 30 April 2021: KITA DAN KEGELISAHAN (Injil Yohanes, 14:1-6)

Oleh: RD. Hironimus Nitsae

POS-KUPANG.COM - Tiap kita punya problem. Sekecil apa pun itu. Problem yang kita hadapi dapat membawa kita kepada beberapa kecenderungan. Salah satu di antaranya adalah kegelisahan.

Kita gelisah karena sebagai manusia kita pasti terbatas dalam hal mengatasi tiap problem yang mendera. Tiap problem selalu memberi efek tertentu bagi tiap kita yang mengalaminya. Kegelisahan selalu menjadi bagian dari tiap kita sebagai manusia, bila kita memposisikan diri pada sikap pesimistik yang berlebihan.

Pada teks injil ini kita diarahkan untuk selalu percaya pada Tuhan. Orang yang percaya pada Tuhan adalah orang yang sekalipun berada dalam kegelisahan tetapi tidak menaruh kegelisahan sebagai dominasi paling kuat dalam diri.

Kita masih sebagai manusia. Karena itu, sebagai manusia kita tak lepas dari satu kegelisahan ke kegisahan yang lain. Tuhan yang mengajak kita untuk percaya pada-Nya adalah Tuhan yang menaruh kepastian dalam diri kita bahwa kegelisahan dapat kita atasi.

Bahwa selalu ada tempat terbaik bagi kita yang Tuhan sediakan sebagai "Rumah" yang di dalamnya tidak lagi bicara soal kegelisahan. Malah, di dalamnya bicara soal kepastian bahwa Dia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup.

Syaratnya sangat sederhana. Kita diminta untuk percaya. Percaya pada Dia yang menyediakan segalanya bagi kita. Justru di sinilah letak kegelisahan kita yang terwakili dalam diri Tomas. Tomas mempertanyakan "Yesus yang pergi untuk menyediakan tempat" yang sekaligus dapat dipahami bahwa Tomas mengalami kegelisahan tentang akan ke mana Yesus pergi dan ketidaktahuannya.

Tomas memahami secara fisik, karena itulah Yesus menjelaskan kepadanya perihal identitas Yesus sebagai jalan, kebenaran dan hidup.

Lantas kita? Seperti apakah cara kita untuk dapat dan atau bisa percaya pada Tuhan dalam situasi yang genting? Dalam situasi yang serba dilematis, kita sangat diharapkan mempercayakan diri pada Tuhan, membiarkan Tuhan yang berbicara dan kita yang mendengarkan apa yang sebenarnya Tuhan inginkan terjadi atas kita. Tentu salah satu syaratnya adalah percaya bahwa kegelisahan kita dapat teratasi karena kita percaya di dalam dan karena Tuhan, segala yang tidak mungkin akan menjadi mungkin bahkan pasti.

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Baca artikel-artikel renungan harian katolik lainnya DI SINI

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved