Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Jumat 30 April 2021: BUKANNYA BERCERAI

Yesus memberitahukan kepergian-Nya dan menyatakan kembali-Nya, mempunyai arti bahwa perpisahan memang akan terjadi antara Dia dan para murid-Nya.

Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Jumat 30 April 2021: BUKANNYA BERCERAI (Yohanes 14:1-6)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Bapisah bukannya bacarai, badan bajauhan hati bersatu. Ini tema yang telah lama membumi di masyarakat Sumatera Barat. Ia selalu menemukan landasan filosofi pertemuan dan perpisahan, bahwa setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi perpisahan tak berarti bercerai alias tak bisa bertemu lagi.

Sesudah berlutut membasuh kaki para murid-Nya dalam Perjamuan Terakhir, Yesus berpamitan dengan mereka bahwa Ia akan pergi meninggalkan mereka. "Janganlah gelisah hatimu ... Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal ... Aku akan pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu" (Yoh 14:1-2).

Namun bersamaan dengan itu, Ia pun berjanji untuk bertemu lagi dengan mereka dalam waktu yang tak lama. "Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada" (Yoh 14:3).

Yesus memberitahukan kepergian-Nya dan menyatakan kembali-Nya, mempunyai arti bahwa perpisahan memang akan terjadi antara Dia dan para murid-Nya. Tapi Ia pun meneguhkan hati mereka bahwa perpisahan itu tak berarti bercerai, karena mereka pasti akan bertemu kembali. Ia hanya pergi menyediakan tempat di rumah Bapa-Nya dan Ia akan balik lagi untuk bertemu dan membawa mereka ke rumah itu untuk tinggal bersama Dia di sana.

Merenungkan perkataan Yesus itu lebih dalam, rupanya ada arti lain yang bisa terbaca. Bahwa Yesus sesungguhnya juga berbicara tentang perkembangan para murid dalam kasih bersama Dia. Perkembangan ini tidak pernah selesai sepanjang hidup, tak akan pernah berhenti di dunia ini, tapi masih terus berlanjut setelah hidup di dunia ini. Pun perkembangan kasih dengan-Nya mengandaikan adanya saat-saat kehadiran dan ketidakhadiran, perjumpaan dan kepergian. Ini persis sama yang dialami dalam kebersamaan dengan orang lain. Ada saat pertemuan dan ada saat perpisahan.

Kehadiran dan kebersamaan dengan orang yang dikasihi, mendatangkan kegembiraan. Orang menikmati kehadiran orang tua, anak, saudara, sahabat, teman se-kantor. Namun ketidakhadiran orang yang dikasihi menuntut kepercayaan, harapan dan kesetiaan; ketidakhadiran ini memperdalam rasa rindu. Kerinduan tentu akan menjadi semakin kuat untuk bertemu lagi, untuk reuni.

Persahabatan dan relasi kasih dengan Yesus pun setidaknya mesti memperlihatkan hal mendasar itu. Dengan kepergian-Nya, saat mengalami jauh dan terpisah dari-Nya, dalam hati para murid pun mesti tertumbuh subur kerinduan akan kehadiran-Nya. Kerinduan itu harus terus berkembang dan menjadi matang, sehingga bisa menyingkirkan dan meninggalkan segala kerinduan lain yang mengambil tempat dalam hati mereka. Bahwa pada akhirnya, dalam hati mereka hanya terisi kerinduan untuk bertemu Dia.

Kepada kita pun Yesus berkata bahwa kita tak perlu gelisah kalau Ia akan pergi, karena Ia akan kembali. Dalam perjalanan hidup, akan ada saat kita seakan merasa Ia pergi. Tapi kita harus punya kerinduan bahwa Ia pasti datang kembali untuk membawa kita ke dalam pelukan-Nya yang penuh kasih. *

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Baca juga artikel-artikel renungan harian katolik lainnya DI SINI

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved