Ramadan 2021
Sejarah Nuzulul Quran dan Keutamaannya
Disebutkan, pada pada tahap ini Al-Quran diturunkan pada malam lailatul qadar.

Sejarah Nuzulul Quran dan Keutamaannya
Oleh : Mochammad Irfanuddin Alluqman
(Ketua Lembaga JQH (Jam’iyyah Quro’ Wal Huffadz PWNU NTT)
Peristiwa Nuzulul Quran menjadi proses turunnya ayat Al-Quran dalam menyempurnakan ajaran Islam sebagai petunjuk kepada umat manusia. Sebagaimana yang sudah diketahui, dalam surat Al-Alaq ayat 1-5 adalah surat yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW saat berada di Gua Hiro pada tahun 610 M.
Ada 2 tahapan proses diturunkannya Al-Quran. Proses pertama, Al-Quran diturunkan dari Lauh Mahfuz ke langit dunia dalam kitab yang utuh. Disebutkan, pada pada tahap ini Al-Quran diturunkan pada malam lailatul qadar.
Dari Ibnu Abbas berkata, “Alquran itu diturunkan pada Lalilatul Qadar secara sekaligus, kemudian diturunkan lagi berdasarkan masa turunnya sebagian demi sebagian secara berangsur pada beberapa bulan dan hari.”
Baca juga: Ramadan 2021 : Wujud Toleransi, Pemerintah Kota Kupang Berbagi Takjil
Proses kedua, Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW. Peristiwa turunnya Al-Quran ke bumi yang terjadi secara berangsur-angsur ini pun diperingati pada malam 17 Ramadhan yang ditandai dengan wahyu pertama Surat Al-Alaq ayat 1-5.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan mansuia dari segumpal darah. Bacalah, da Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. AL-Alaq : 1-5).
Baca juga: Inilah Tips Anti Bibir Pecah-pecah Saat Jalani Puasa Ramadan 2021, Cobain Yuk Guys
Pada wahyu pertama turun, Rasulullah SAW masihlah tidak bisa membaca. Sehingga, ketika Malaikat Jibril mengucapkan firman Allah ini menyerukan Nabi Muhammad Saw untuk membacanya. Rasulullah SAW pun tidak bisa mengikutinya.
Peristiwa ini pun membuat Rasulullah pulang dalam keadaan gelisah. Bahkan, membuat badannya menjadi menggigil hingga demam. Hingga Rasulullah meminta Khadijah untuk menyelimuti dan menemani Rasulullah hingga beliau tenang.

Waktu yang dibutuhkan diturunkannya Al-Quran dari Malaikat Jibril kepada Rasulullah Saw kurang lebih 23 tahun di mana turunnya ayat per ayat ini menyesuaikan problematika sosial, krisis moral, keagamaan, kisah-kisah para Nabi terdahulu hingga hikmah.
Ayat terakhir yang diturunkakn Malaikat Jibril kepada Rasulullah ada pada surat Al-Maidah ayat 3. Disebutkan, ayat ini turun sesudah waktu ashar pada hari Jumat di Padang Arafah saat musim haji terakhir (wada).
Baca juga: Bikin Haru, Amanda Manopo Lakukan Ini Selama Ramadan 2021 Bersama Kru Ikatan Cinta, Apa?
Ketika ayat ini turun, Rasulullah berada di atas untanya sehingga agak kesulitas menangkap isi dan makna terkandung di dalam ayat 3 surat Al-Maidah. Sehingga, Rasulullah pun memutuskan untuk turun dari untanya dan bersandar pada binatang tersebut. Dan Malaikat Jibril pun membacakan firman Allah Swt,
“...Pada hari ini telah aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu...” (QS. Al-Maidah: 3).
Setelah ayat ini turun pun Rasulullah pergi dari Makkah ke Madinah untuk mengumpulkan para sahabat. Rasulullah SAW pun mengabarkan kabar bahagia ini. Ketika para sahabat semua mendengarnya, mereka pun bergembira seraya berkata, “Agama kita telah sempurna. Agama kita telah sempurna.”
Keutamaan Malam Nuzulul Quran
Malam Nuzulul Quran sebagai peristiwa penting diturunkannya Al-Quran tentu menjadi peristiwa penting. Di balik peristiwa penting ini memiliki keutamaan yang baik untuk umat Muslim.

Baca juga: Lupa Mandi Junub Saat Ramadan 2021, Ini Hukumannya, Batalkan Puasa?