Breaking News:

Polisi Periksa Pelaku dan Saksi Kasus Penganiayaan di Ngada

Polres Ngada kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia di Kampung Sabu

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu I Ketut Rai Artika 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA-Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu I Ketut Rai Artika saat ditemui di ruang kerjannya, Rabu (27/4/2021) mengatakan, pihaknya mulai melakukan pemeriksaan pelaku dan para saksi kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia di Kampung Sabu, Kelurahan Aimere, Kecamatan Aimere, Selasa (26/4/2021) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Ngada, I Ketut mengatakan hal itu menjawab pertanyaan Pos Kupang terkait dengan perkembangan kasus penganiayaan tersebut.

"Setelah melakukan penangkapan, hari ini kita lakukan penahanan dan selanjutnya kita periksa saksi-saksi yang tau kejadian itu," ungkapnya.

I Ketut mengatakan, kasus penganiayaan berat tersebut dipengaruhi oleh alkohol, karena sebelumnya mereka, baik pelaku, korban, dan para saksi meneguk minuman keras tradisional jenis moke.

Baca juga: Cek Jadwal Jam Tayang Siaran MotoGP Spanyol 2021, Ini Keunggulan Marquez Patut Diketahui Usai Cedera

Baca juga: Anggota Fraksi Demokrat DPR RI Temui Gubernur NTT

Diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan berujung pada kematian kembali terjadi di Kabupaten Ngada. Kasus tersebut terjadi di Kampung Sabu, Kelurahan Aimere, Kecamatan Aimere, Senin (26/4/2021).

Korbannya adalah Yeri Dima (45) dan pelaku adalah Beni Pole (45). Keduanya merupakan warga kampung sabu.

Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu I Ketut Rai Artika mengatakan bahwa kejadian bermula ketika pada, Senin (26/4/2021) tepat pukul 06:00 Wita ada acara tolak perahu milik Jemi Doko di kampung tersebut.

Kegiatan tolak perahu tersebut mengikutsertakan korban, pelaku dan para saksi, oleh karena mereka merupakan teman dekat, dimana mereka sering melakukan kegiatan ditengah masyarakat secara bersama-sama.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ketua Umum Demokrat AHY Bertemu Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat

Baca juga: Polres Manggarai Canangkan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Setelah parahu sampai di pantai, kemudian pelaku, korban dan para saksi kembali ke rumah pemilik sampan Jemi Doko untuk makan bersama dan meneguk alkohol (moke).

Saat itu, baik korban, pelaku maupun saudara Roni Doko duduk bersama di bale-bale yang terbuat dari bambu di depan rumah Jemi Doko, sementara para saksi yang lain sedang bakar ikan yang jarak sekitar 2 meter.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved