Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Senin 26 April 2021: PERCAYA UTUH

Yesus menyampaikan kepada kita kualitas gembala yang baik: "... memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Senin 26 April 2021: PERCAYA UTUH (Yohanes 10:1-10)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Yesus menyampaikan kepada kita kualitas gembala yang baik: "... memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti" (Yoh 10:3-5).

Gembala yang baik "memanggil domba-dombanya dengan nama mereka masing-masing. Berarti ia mengenal domba-dombanya menurut namanya.

Mengenal seseorang menurut namanya berarti berkembang dalam pemahaman akan pribadi orang itu, mengenal situasi dan kondisi hidup orang itu, kekuatan-kekuatannya yang istimewa dan kelemahan-kelemahan pribadinya, kebutuhan-kebutuhan dan tugas perutusannya dalam hidup.

Orang bisa mengenai keseluruhan diri dan kedalaman pribadi orang lain, kalau ia mengambil waktu berada bersama dengan orang itu; mendengarkan dan lebih lagi membangun relasi yang mempersatukan, satu sama lain, dan menyatakan kepada pribadi itu bahwa ia berharga, ia bermakna, ia dikasihi.

Dalam proses pengenalan, orang tidak menunjukkan dominasi, tak berkehendak untuk menguasai, atau memanipulasi orang lain untuk kepentingan dirinya. Hanya dengan itu, ia bisa menumbuhkan dan membangun rasa dan sikap saling percaya, saling hormat, saling mengasihi.

Kepercayaan adalah dasar dari segala penggembalaan. Gembala yang bisa menumbuhkan kepercayaan, dapat menuntun domba-dombanya. Tuntunan yang dia berikan akan diikuti karena ia dipercayai; bahwa ia memang ada bersama mereka, ia punya hati bagi mereka, ia memberikan diri dan melakukan apa pun bagi mereka.

Yesus telah menunjukkan kepada kita bagaimana Ia menjadi Gembala yang baik bagi kita. Ia mengenal masing-masing pribadi kita secara baik. Ia ingin agar kita memiliki kepercayaan yang utuh kepada-Nya. Tapi Ia pun ingin agar kita bisa menjadi gembala yang baik di antara kita satu sama lain.

Kita tentu bersyukur pernah memiliki gembala-gembala yang baik yang menjadi representan Yesus Sang Gembala yang baik bagi hidup kita masing-masing.

Secara pribadi, saya tak hanya mempunyai kedua orang tua yang penuh kasih, yang amat memperhatikan saya, mempercayai saya, mendorong dan meneguhkan saya untuk menjadi diri saya sendiri, tetapi juga digembalakan oleh dua orang Uskup di mana saya menjadi sekretaris mereka dalam waktu yang relatif lama. Yang satu sangat kebapakan dan visioner, yang lain  sangat rajin mengunjungi dan mengenal semua umat, dari bayi hingga orang tua.

Merenungkan semua pengalaman penggembalaan yang kita alami, kita tentu menyadari bahwa Yesus, Sabda yang menjadi daging, tahu betapa dunia ini sungguh-sungguh membutuhkan gembala-gembala yang baik, agar orang-orang dapat berkembang ke arah kematangan manusiawi dan rohani.

Yesus tak hanya menyatakan diri-Nya sendiri sebagai Gembala yang baik dan mengagumkan; kita masing-masing, ketika kita berkembang semakin matang, juga dipanggil untuk menjadi gembala yang baik bagi orang lain; gembala yang mengenal orang lain secara baik, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (bdk. Yoh 10:10). *

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Baca artikel-artikel renungan harian katolik lainnya DI SINI

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved