Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Selasa 27 April 2021: BELAJAR JADI DOMBA

Yesus, sabda yang menjadi daging, memanggil siapa pun menjadi murid-Nya untuk menjadi cahaya bagi dunia.

Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Selasa 27 April 2021: BELAJAR JADI DOMBA (Yohanes 10:22-30)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Yesus, sabda yang menjadi daging, memanggil siapa pun menjadi murid-Nya untuk menjadi cahaya bagi dunia. Yesus, Gembala yang baik, memanggil kita untuk menjadi gembala-gembala yang baik, untuk menjadi matang secara rohani, agar membantu orang lain, supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (bdk. Yoh 10:10).

Menjadi gembala sejati yang menuntun orang lain, pertama-tama kita harus belajar menjadi domba yang baik. Yesus dinyatakan sebagai "Anak Domba Allah" sebelum Ia menyatakan diri sebagai Gembala yang baik. Ia mendengarkan Bapa dan taat kepada Bapa sebelum mengatakan kepada kita apa yang harus kita lakukan. Ia melakukan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan Bapa kepada-Nya.

Pepatah Latin berkata, "Nemo dat quod non habet". Tak seorang pun memberi apa yang tidak ia punyai. Pengalaman memberi pelajaran kepada kita bahwa kita bisa mengajar orang lain kalau kita telah belajar. Dunia menuntut kita untuk menunjukkan ijazah, sertifikat, pengalaman saat kita melamar pekerjaan. Bukankah kita harus pertama-tama menjadi anak yang baik agar dapat menjadi orang tua yang baik? Bagaimana kita bisa mencintai kalau kita belum pernah dicintai?

Namun, Yesus tahu dan masih sering berhadapan dengan orang-orang yang belum mau menjadi domba yang baik. Orang-orang Yahudi sebagaimana dikisahkan penginjil Yohanes adalah contohnya. Mereka mendengar dan mengalami langsung perbuatan-perbuatan Yesus yang memperlihatkan Dia sebagai Gembala yang baik, namun mereka tak juga percaya dan tergugah hati untuk menjadi domba-domba-Nya. Mereka masih bertanya kepada-Nya, "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami" (Yoh 10:24).

Kini pun beberapa orang di antara kita belum tergugah untuk menjadi domba yang baik. Yesus berkata, "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku" (Yoh 10:27).

Namun mungkin kita terlalu larut dalam kesibukan, kebisingan dan keriuhan dunia sehingga tak bisa lagi mendengar suara-Nya. Suara alunan simponi musik barangkali saja terasa lebih mudah menggugah kita untuk bertiktok ria ketimbang tertarik dengan musik liturgi yang dirasa membosankan.

Menjadi domba yang baik memang tidak harus sempurna, karena tidak ada seorang pun yang sempurna. Hanya menjadi domba yang baik berarti menjadi rendah hati dan terbuka, mengenali kesalahan-kesalahan serta dorongan-dorongan yang tak teratur dalam diri dan mohon ampun. Ini kiranya menjadi langkah penting agar bisa terus bertumbuh menjadi lebih matang sebagai domba yang baik. *

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Baca artikel-artikel renungan harian katolik lainnya DI SINI

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved