Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Minggu 25 April 2021, Menjadi Pastor Bonus; Gambala Yang Baik

Yesus memperkenalkan diri kepada para murid dan khlayak sebagai Gembala yang baik. Apa kriteria utama menjadi gembala yang baik menurut Yesus?

Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Harian Katolik, Minggu 25 April 2021, Menjadi Pastor Bonus; Gambala Yang Baik (Yohanes 10 : 11-18)

Oleh: RD. Maxi Un Bria

POS-KUPANG.COM - Yesus memperkenalkan diri kepada para murid dan khlayak sebagai Gembala yang baik. Apa kriteria utama menjadi gembala yang baik menurut Yesus?

Gembala yang baik selalu siap sedia memberikan diri dan bahkan nyawanya dalam pelayanan demi kebaikan dan keselamatan domba-domba yang digembalakan.

“Akulah Gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” ( Yohanes 10 : 11) . Yesus menegaskan diri sebagai Gembala yang baik untuk membedakan diri-Nya dengan seorang upahan yang bukan pemilik domba-domba yang akan bekerja demi upahan dan tanpa rasa memiliki sama sekali terhadap domba-domba yang dilayani sehingga kemungkinan besar akan meninggalkan para domba manakala berada pada masa sulit bahkan berpotensi menceraiberaikan mereka.

Yesus sebagai gembala yang baik mengenal domba-domba-Nya dan para domba pun mengenal diri-Nya sebagai Gembala. Faktor pengenalan timbal balik antara gembala dan domba menjadi syarat mutlak dalam komunikasi pastoral antar dan lintas budaya. Karena komunikasi antar dan lintas budaya berkaitan erat dengan pelaksanaan fungsi penggembalaan para gembala di tengah masyarakat global dewasa ini.

Sejak zaman Yesus sesungguhnya komunikasi antar budaya dan lintas budaya telah dilakukan sebagai jalan untuk memperkenalkan nilai-nilai Kerajaan Allah bagi khalayak- massa yang dijumpai. Betapa tidak ketika berjumpa dengan para calon murid yang kebanyakan nelayan, Yesus berbicara tentang penjala Ikan dan penjala manusia yang sangat kontekstual dan dapat dipahami oleh para nelayan sehingga mereka terbuka untuk menerima ajakan dan ajaran Yesus.

Ketika berhadapan dengan para pendengar yang mayoritas petani Yesus berbicara tentang Pokok Anggur sehingga mereka pun mudah memahami ajaran Yesus. Dengan cara-cara pendekatan yang sesuai dengan konteks para pendengar saat itu sesungguhnya Yesus memperkenalkan model komunikasi antar dan lintas budaya dalam pewartaan dan karya penggembalaan.

Yesus sebagai Gembala Yang Baik telah menunjukkan teladan yang baik bagi para murid dan segenap umat Kristiani untuk mengembangkan jati diri sebagai gembala dan domba yang baik. Kepada para murid dan para pastor Yesus menegaskan diri sebagai Gembala yang baik dengan spirit penyerahan dan pemberian diri yang total karena memiliki sense of belonging terhadap iman kepada Kristus Sang Gembala Agung sementara kepada para umat diajak untuk menjadi domba yang baik yang terbuka untuk mendengarkan gembala dan berdialog dengan gembala.

Di atas semuanya sesungguhnya Yesus ingin mengatakan bahwa pada zaman dan konteks global serta era revolusi industri 4.0 kini, spirit komunikasi antar dan lintas budaya relevan untuk dikembangkan sebagai pintu masuk dalam mewartakan kabar gembira Kerajaan Allah bagi dunia. Salve.*

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Ikuti artikel-artikel renungan harian katolik lainnya DI SINI

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved