Breaking News:

Ramadan 2021

Ramadan Momentum Tepat untuk Taubat

Selain dikenal sebagai syahrul shiyam, syahrul shabr, syahrul Quran, dan syahrul jihad, Ramadan juga dikenal sebagai syahrut taubah

Ramadan Momentum Tepat untuk Taubat
ISTIMEWA
Mochammad Irfanuddin Alluqman

Oleh : Mochammad Irfanuddin Alluqman (Ketua Lembaga JQH (Jam'iyyah Quro' Wal Huffadz PWNU NTT)

POS-KUPANG.COM - Selain dikenal sebagai syahrul shiyam, syahrul shabr, syahrul Quran, dan syahrul jihad, Ramadan juga dikenal sebagai syahrut taubah. Disebut sebagai syahrut taubah karena Ramadan memang momentum yang tepat untuk ber-taubat.

Sebaik-baik taubat adalah taubat yang segera, tanpa menunggu dan menunda-nunda. Maka terkumpullah dua keutamaan jika kita bertaubat saat ini: keutamaan karena Ramadhannya, dan keutamaan karena menyegerakan taubat.

Dan bersegeralah menuju ampunan Tuhanmu . (QS. Ali Imran : 133) Apapun Dosa Kita, Bertaubatlah. Ada dua titik ekstrim bagi orang yang berdosa. Ekstrim pertama adalah mereka yang merasa dosanya terlalu besar hingga putus asa dari ampunan Allah. Maka, ia pun tidak kunjung bertaubat karena kekhawatiran taubatnya tidak diterima.

Baca juga: Anggun: Tak Ganti Ponsel

Baca juga: Hypermart Hari Ini 25 April 2021 Beras Rp 56.900/ 5 kg, Susu UHT 1ltr Rp 11.900

Ekstrim kedua adalah mereka yang merasa dosa-dosanya mudah terhapus. Merasa dosa-dosanya hanya dosa kecil. Sehingga membuatnya berlarut-larut dalam dosa demi dosa. Kalaupun bertaubat, ia hanya melakukan taubat sambal. Sekarang berhenti, besok kembali mengulangi. Tak pernah sungguh-sungguh melakukan taubat nasuha.

Untuk ekstrim pertama, lihatlah bagaimana seorang yang telah membunuh 99 nyawa. Saat ia bertanya kepada seorang ahli ibadah apakah ada kesempatan bertaubat, ternyata dijawab tidak bisa. Lalu ia pun dibunuh sebagai orang ke-100 yang mati di tangannya.

Niatnya bertaubat tidak berhenti. Ketika bertemu seorang alim, ia pun mengajukan pertanyaan serupa.
Oleh sang alim ini dijawab kalau dosanya bisa diampuni. Dan sebagai upaya taubat nasuha, ia dianjurkan hijrah ke suatu daerah yang kondusif bagi taubatnya.

Baca juga: Ingat Martunis Anak Angkat Ronaldo? Begini Nasibnya Kini, Disebut Jadi Kader Demokrat, Benarkah?

Baca juga: Mati Listrik dan Nomophobia

Di tengah jalan, ia meninggal. Hingga berdebatlah malaikat rahmat dan malaikat azab, orang ini menjadi urusan siapa. Lalu datanglah malaikat lain yang diutus Allah untuk menyelesaikan perselisihan itu.

"Ukurlah jarak kedua tempat tersebut. Mana yang jaraknya lebih dekat, apakah tempat maksiat atau tempat hijrahnya, maka ia yang berhak atas orang ini."

Ketika diukur jaraknya, ternyata ia lebih dekat ke tujuan hijrah. Hingga ruhnya pun menjadi urusan malaikat rahmat. Dalam riwayat lain disebutkan, Allah memendekkan jarak laki-laki itu dengan tujuan hijrah.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved