Breaking News:

Apes, Niat Hati Menolong Anaknya Yang Tertimpa Longsor Rumah Bapak Ini Justru Dilahap Si Jago Merah

Nasib naas di alami Toffilus Betty (55) warga RT 6, Kelurahan Liliba, kota Kupang. Niat hati ingin menolong ke tiga anaknya yang pada saat badai S

Apes, Niat Hati Menolong Anaknya Yang Tertimpa Longsor Rumah Bapak Ini Justru Dilahap Si Jago Merah
foto: Irfan Hoi/
Tofilus Bety, korban badai Seroja dan kebakaran di RT 6 Kelurahan Liliba, Kota Kupang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Nasib naas di alami Toffilus Betty (55) warga RT 6, Kelurahan Liliba, kota Kupang. Niat hati ingin menolong ke tiga anaknya yang pada saat badai Seroja menjadi korban longsor. Siapa yang tauh nasib pria tua ini, rumah miliknya yang digunakan untuk menyimpan barang anaknya justru dilahap si jago merah. 

Tofilus mengisahkan, pasca badai Seroja, ia bersama ke tiga anaknya yang telah memiliki keluarga bergotong royong mengambil barang-barang untuk diamankan di rumahnya yang letaknya tak jauh dari lokasi longsor. 

Sedang semangat memindahkan barang, pada Kamis, 15 April 2021, sore, tanpa didugan kobaran api muncul dari dalam rumah dan melahap seisi rumah nyaris tak tersisa. 

"Longsor duluan, longsor itu baru saya punya anak 3 KK, dan saya punya tidak apa-apa akhirnya angkat dong pung barang kumpul semua. Saya sebagai orang tua di saya punya rumah. Yang kecil itu duluan untuk rebus mie, tapi kompor meledak atau apa, kami lari datang api sudah besar," tutur Tofilus, Kamis 22 April 2021.

Bagai terjatuh dan tertimpa tangga, ungkapan ini sedang dirasakan Tofilus yang menyampaikan pasca badai Seroja dan kebakaran ia dan ketiga anaknya hanya menyisahkan pakaian di badan. 

Dikatakannya, kebakaran itu juga telah menghanguskan semua aset dan surat-surat berharga yang ia simpan rapi dalam lemari kayu di kamar miliknya. 

Tofilus mengaku, saat ini ia dibantu oleh keluarga dan beberapa orang lain untuk membangun kembali rumah miliknya agar bisa digunakan kembali. 

"Ini dari keluarga, tenaga juga membantu saya. Kami bisa upayakan supaya bisa berlindung," tambahnya. 

Setelah kejadian, diungkapkan Tofilus, ia bersama 18 anggota keluarganya hanya mampu memeluk dingin dan terik di bawah tenda hasil uluran tangan sang wakil walikota Kupang, saat mengunjunginya usai kebakaran. 

Atas musibah yang dialami, ia pun berharap agar pihak kelurahan setempat ataupun pemerintah dapat membantu untuk mempermudah urusan pendidikan dan surat-surat agar dapat digunakan olehnya dan juga anak serta cucunya. 

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved