Selasa, 14 April 2026

UPKM/CD Bethesda Yakkum Jogjakarta Gelar Jambore Kesehatan di Malaka

Kehadiran UPKM/CD RS Bethesda, Jakarta di NTT khususnya di tiga kabupaten yakni Malaka, Alor dan Sumba Timur sudah berjalan selama 6 tah

Editor: Ferry Ndoen
foto : Edy Hayong.
Suasana kegiatan jambore kesehatan yang dilaksanakan di Hotel Ramayana, Betun, Rabu (21/4/2021).  

POS-KUPANG.COM I BETUN - Kehadiran UPKM/CD RS Bethesda, Jakarta di NTT khususnya di tiga kabupaten yakni Malaka, Alor dan Sumba Timur sudah berjalan selama 6 tahun.

Fokus perhatian lembaga ini lebih pada mengangkat potensi lokal untuk dikelola menjadi herbal yang berkhasiat bagi kesehatan. Berkenaan dengan akan berakhirnya program pendampingan ini maka diadakan Jambore kesehatan untuk para kader kesehatan, kepala desa, petugas puskesmas saling bertukar pikiran, membagi pengalaman agar pengembangan potensi lokal tidak mati suri.

Wakil Direktur Program Layanan Kesehatan Primer dan Inovasi Terapan UPKN/CD Bethesda Yakkum, Jakarta, Sukendri Suswanto, S.Pd, M.Kes menyampaikan ini di sela-sela kegiatan di Hotal Ramayana, Betun, Rabu (21/4).

Dijelaskan Sukendri, jambore kesehatan ini merupakan ajang pertemuan para kader kesehatan yang selama ini menjadi mitra Bethesda dan para kepala desa juga tenaga kesehatan yang selama ini berjuang di desa untuk mengupayakan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terbaik di desa masing-masing.

Pertemuan bersama ini, katanya, mereka saling sharing pengalaman untuk menghargai potensi alam yang dimiliki agar tetap berkelanjutan terutama di 30 desa yang ada baik di Alor, Malaka dan Sumba Timur.

Dikatakannya, walaupun pendampingan selama 6 tahun  berakhir pada April ini, tapi diharapkan desa dampingan Bethesda tetap komitmen baik pemda, kepala desa, petugas kesehatan dan mitra lain untuk melanjutkan terkait pembangunan sistem kesehatan desa.

Dirinya menegaskan bahwa sejak awal kehadiran lembaga ini mendapat dukungan yang baik dengan adanya penandatanganan MoU dalam hal mengangkat derajat kesehatan berbasis potensi lokal di desa.

"Kami tidak membawa bantuan tapi kami menggali potensi di desa dimana ada pendidikan pelatihan kepada para kader untuk manfaatkan  potensi herbal, pangan lokal. Kita dukung dengan  keterampilan kepada warga," jelasnya.

Dia mengakui potensi herbal di NTT memang sangat besar walau beda nama dengan di Jawa. Ada beragam jenis tanaman untuk obat tradisional.

Namun, kendala selama ini adalah soal pengenalan terhadap tanaman yang berkhasiat. Walaupun dilihat cuma rumput liar tapi kashiatnya banyak. Untuk itu perlu diperkenalkan dan diharapkan bisa menjadikan sebagai apotik keluarga. Selain itu bisa dilakukan lomba antar warga agar mereka tetap merawat dan bertanggung jawab. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong).

Baca juga: Peringati Hari Kartini, Ibu-Ibu Kantor Kesbangpol NTT Pakai Sarung dan Kebaya Bagi-bagi Masker 

Suasana kegiatan jambore kesehatan yang dilaksanakan di Hotel Ramayana, Betun, Rabu (21/4/2021). 
Suasana kegiatan jambore kesehatan yang dilaksanakan di Hotel Ramayana, Betun, Rabu (21/4/2021).  (foto : Edy Hayong.)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved