Sabtu, 16 Mei 2026

Tim Hash Berikan Bantuan Semen dan Besi Beton

Komunitas jogging lintas alam Hash turut terlibat dalam melakukan aksi kemanusiaan membantu korban pasca Badai Seroja

Tayang:
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Tim lapangan Hash dipimpin Theo Widodo bersama gembala jemaat Pendeta Meidy Mokolomban, pose bersama di dalam bangunan gereja GPdI El-Saddai Bakunase Kupang yang runtuh total, Jumat (16/4/2021 

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Komunitas jogging lintas alam Hash turut terlibat dalam melakukan aksi kemanusiaan membantu korban pasca Badai Seroja. Kali ini Hash memusatkan perhatian pada gereja jemaat Pentekosta di Indonesia ( PdI) El-Shaddai di Bakunase Kota Kupang yang roboh.

Ketua Tim Hash, Theo Widodo, ketika menghubungi POS-KUPANG.COM, Senin (19/4/2021) menyampaikan bangunan gereja tersebut roboh, hanya menyisakan reruntuhan tiang dan gelagar baja WF yang semuanya bengkok serta dinding bangunan yang hancur berantakan.

Tim Hash pun memberikan bantuan berupa semen dan besi beton yang diserahkan oleh Theo Widodo kepada Gembala Jemaat, Pendeta Meidy Mokolomban.

Hadir pada saat penyerahan bantuan ini tim Hash lainnya Daniel Para, Melkior Radja, Sipri Boelan, Diana Nunuhitu, Andri Nuh dan Erna Nunuhitu.

Baca juga: Kasus Kematian Pasien Covid-19 di Sumba Timur Meningkat

Baca juga: Musuh Bebuyutan Persib & Persija Bakal Bertemu di Final, El Clasico Bisa Terjadi di Sleman dan Solo

Pendeta Meidy pada kesempatan ini menceritakan kronologis peristiwa runtuhnya bangunan gereja.

"Waktu badai tanggal 4 April dari jam 12 malam sampai jam 4 pagi, kami sekeluarga sudah mengungsi di bangunan belakang gereja karena bangunan ini kami anggap paling kokoh. Dari jam 12 sampai jam 3 pagi saya terus berdoa dari belakang gereja supaya Tuhan tolong gereja kami. Saya menelpon hampir semua jemaat. Selain meminta mereka jangan tidur, juga meminta mereka bantu doa supaya gereja jangan sampai roboh," tuturnya.

Namun, lanjutnya, angin badai makin lama makin dahsyat dan mengerikan sampai pohon-pohon bertumbangan dan gedung gereja sudah bergoyang-goyang.

Baca juga: Hasil MotoGP Portugal 2021, Rossi Jatuh, Marquez Raih Poin, Quartararo Juara, Klasemen MotoGP 2021

Baca juga: Ini Kata Pelatih PSM Makassar saat Gagal ke Final Piala Menpora 2021, Adu Penalti Semua Terjadi ?

"Saya sangat khawatir dan sedih sekali melihatnya. Rasa rasanya ingin memeluk gedung yang sudah bertahun-tahun melindungi kami beribadah di dalamnya. Namun Tuhan mengingatkan tidak perlu khawatir dan berserah saja kepadaNya. Biarkan Tuhan yg bekerja. Langsung hati saya jadi lega. Saya masuk ke dalam ruangan bersama keluarga dan beberapa jemaat yang mengungsi. Beberapa saat kemudian terdengar bunyi gemuruh gereja kami roboh," tutur pendeta Meidy sedih.

Usai menyerahkan bantuan, tim Hash melakukan survei ke kedua rumah lain di dekat gereja yang berdinding bebak dan beratapkan seng. Kedua rumah ini runtuh total. Terlihat kedua rumah darurat tersebut atapnya sudah ditutup sebagian menggunakan sisa-sisa seng yang ada.

"Setelah berbicara dengan pemilik rumah dan berjanji akan kembali untuk menyerahkan bantuan, tim lapangan Hash melanjutkan perjalanan keliling kota Kupang untuk menyerahkan bantuan kepada pemilik rumah darurat yang sudah disurvei sebelumnya. Aksi berlangsung pada Jumat, 16 Aprik njut sampai jam 5 sore," tuturnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).

Berita Kota Kupang

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved