Terlanjur Panas, Ternyata China Bukan Bidik Taiwan Tapi Negara Besar Ini, Amerika, Prancis Atau?
Terlanjur Panas, Ternyata China Bukan Bidik Taiwan Tapi Negara Besar Ini, Amerika, Prancis Atau?
Satu sumber keamanan Barat mengatakan penerbangan hampir setiap hari oleh pesawat anti-kapal selam China di bagian paling utara Laut China Selatan mungkin merupakan tanggapan terhadap misi AS di sana, termasuk dengan kapal selam, atau untuk menunjukkan kepada Pentagon bahwa China dapat memburu kapal selam AS.
"Mereka tidak mengejar kapal selam Taiwan," kata sumber itu, menunjuk ke empat armada kecil Taiwan, dua di antaranya berasal dari Perang Dunia Kedua.
Angkatan Laut AS tidak memberikan perincian tentang patroli kapal selam apa pun di dekat Taiwan atau di Laut China Selatan.
Kementerian Pertahanan China dan Armada ke-7 Angkatan Laut AS tidak menanggapi permintaan komentar.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa mereka terus mencermati "gerakan musuh" dan memiliki rencana tempur untuk menangani skenario serangan China. Itu tidak merincinya.\
BACA JUGA BERITA LAINNYA:
Miiter China atau Tentara Pembebasan Rakayat (PLA) kerap memberi tekanan ke Taiwan dengan menerbangkan pesawat-pesawat tempur masuk ke langit Taiwan
Namun, Taiwan juga bersiaga dan mengusir pesawat-pesawat China . Namun ada kisah dimana 20 jet tempur China terkejut dan langsung lari kocar-kacir saat Taiwan menerbangkan pesawat tempur mereka untuk menghadang pesawat China
Angkatan Udara Taiwan melakukan serangkaian latihan perang yang mengerikan.
Baca juga: China beri Ancaman Keras ke Amerika Serikat, Beijing Ingatkan Paman Sam Jangan Main Api di Taiwan
Baca juga: China Serius Kerahkan Serangan Besar-besaran, Taiwan Ketar Ketir, Bakal Minta Bantuan Amerika?
Ini terjadi setelah jet tempur China dan pesawat pembom berkemampuan nuklir memasuki bagian barat daya ruang udaranya selama akhir pekan.
Dilansir dari express.co.uk pada Sabtu (13/2/2021), 4 pesawat perang Taiwan mempraktikkan latihan pendaratan dan lepas landas berkecepatan tinggi.
Aksi pesawat perang Taiwan itu adalah upaya untuk menunjukkan kepada China bahwa mereka siap untuk apa pun.
"Kami siap. Kami tidak akan menyerahkan satu inci pun wilayah kami," kata Kolonel Lee Ching-shi.
Operasi skala besar itu dilakukan ketika kementerian pertahanan Taiwan melaporkan 8 pesawat pembom China yang mampu membawa senjata nuklir, 4 jet tempur dan satu pesawat anti-kapal selam memasuki zona identifikasi pertahanan udaranya pada hari Sabtu.
Hanya 24 jam kemudian, 12 jet tempur China, 2 pesawat anti-kapal selam, dan 1 pesawat pengintai juga dikerahkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pesawat-militer-china.jpg)