Indra Lukman Ungkap Rahasia Ini: Jangan Sibuk Cari Figur, Bu Mega Tahu Orang Yang Cocok Pimpin PDIP
Wacana pergantian Ketua Umum PDIP kini semakin santer dibicarakan. Isu ini mengemuka setelah Megawati Soekarnoputri menyatakan ingin istirahat.
Bersamaan dengan pengajuan Budi Gunawan, Jokowi juga memberhentikan Kapolri Jenderal Pol Sutarman dari jabatannya.
Namun, karena adanya kasus rekening gendut yang menjerat Budi Gunawan, pengangkatan tersebut ditunda oleh Jokowi.
Lalu pada 2 September 2016, Presiden Jokowi menunjuk Budi Gunawan sebagai Kepala BIN menggantikan Sutiyoso.
Ia dilantik sebagai Kepala BIN sejak tanggal 9 September 2016 dan masih bertugas hingga kini.
Pangkat Budi Gunawan pun dinaikkan dari Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi, menjadi Jenderal Polisi.
Budi Gunawan merupakan jenderal polisi kedua setelah Jenderal Pol Sutanto (2009-2011) yang memimpin lembaga telik sandi tersebut.
Budi Gunawan rupanya merupakan satu tokoh nasional yang disebut Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, yang menjadi target pembunuhan saat aksi kerusuhan 22 Mei 2019.
Selain Budi Gunawan, ada nama Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Staf Khusus Presiden bidang intelijen Goris Mere.

Baca juga: Bukan Puan atau Prananda, Ini Dua Nama Disebut-sebut Calon Kuat Ketum PDIP Pengganti Megawati
Baca juga: Bukan Puan, Ada Isu Anak Mega Gantikan Dirinya Jadi Ketum PDIP, Selama Ini Dibelakang Layar, Siapa?
Budi Gunawan juga ikut berperan dalam menjembatani pertemuan antara Jokowi dan Prabowo pada tahun 2019.
Demikian dikatakan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung pada Sabtu (13/7/2019).
"Pak Budi Gunawan ini kan Kepala BIN. Beliau bekerja tanpa ada suara. Dan Alhamdulillah apa yang dikerjakan hari ini tercapai," kata Pramono, dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.
Hal serupa disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.
Budi menyebut, pertemuan Jokowi dan Prabowo dijembatani oleh Budi Gunawan dan Pramono Anung.
Sementara dari kubu Prabowo, ada mantan Wakil Ketua Umum Gerindra, Edhie Prabowo yang menurut dia ikut berperan.
"Ada Pak Pram (Pramono Anung), ada Pak BG (Budi Gunawan), Pak Edhie Prabowo, itu orang baik semua. Mereka memang bersahabat ya," kata dia.