Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Jumat 16 April 2021: GUGATAN TERHADAP EGOISME

Kisah mukjizat pergandaan roti dan ikan sungguh menarik dan selalu dikenang. Dengan lima roti jelai dan dua ikan, Yesus memberi makan lima ribu orang

Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Jumat 16 April 2021: GUGATAN TERHADAP EGOISME (Yohanes 6:1-15)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Kisah tentang mukjizat pergandaan roti dan ikan sungguh menarik dan selalu dikenang. Dengan lima roti jelai dan dua ikan, Yesus memberi makan lima ribu orang.

Namun gambaran oleh penginjil bahwa di atas gunung itu ada hamparan rumput dan orang sebanyak itu duduk bersila atau rebahan, pun tak kalah menarik untuk dibayangkan. Tampaknya seperti pesta besar atau serasa piknik yang luar biasa indah. Sebersit pengalaman akan surga!

Di berbagai tempat yang (pernah) saya layani umat terbiasa duduk di hamparan tikar di aula atau halaman gereja setelah Perayaan Ekaristi Natal atau Paskah. Mulai orang tua hingga anak-anak, laki dan perempuan ambil bagian dalam makan bersama. Orang Larantuka, menyebut dengan istilah "merebo merampa". Betapa indah! Suasana amat manusiawi: penuh keakraban, kebersamaan, dan persaudaraan.

Dalam peristiwa kala itu, Yesus mengambil roti dan setelah mengucap syukur kepada Bapa Pencipta alam semesta, Ia dan murid-murid-Nya membagikan roti dan ikan itu kepada semua orang. Laki-laki dan perempuan, serta anak-anak, makan sebanyak yang mereka kehendaki. Pasti sambil bercakap-cakap dengan gembira satu dengan yang lain, saling ledek, tertawa dalam kelompok-kelompok kecil. Dan Yesus dengan murid-murid sudah barang tentu berkeliling dari satu kelompok ke kelompok yang lain, untuk menyapa dan melihat apakah semua terlayani dengan baik.

Kita coba melihat lebih dalam makna dari mukjizat ini. Dengan memberi makan, Yesus menyatakan melalui diri-Nya, Allah peduli dan memberi perhatian kepada kita manusia. Dua ribu tahun yang lalu, pun saat sekarang ini. Ia memperhatikan kebutuhan semua kita yang telah lapar dan lelah mengikuti-Nya. Hati-Nya tersentuh oleh kebutuhan dan harapan kita.

Namun Yesus juga menunjukkan bahwa Allah pun menghendaki agar kita memberi perhatian kepada kebaikan kita sendiri. Apakah kita makan dengan baik? Istirahat dengan baik? Memberi makan diri sendiri dengan baik?

Dengan begitu, kisah itu bukan sekedar mujizat pergandaan roti, makanan semata; melainkan juga mujizat diri kita, yakni pembentukan dan pengembangan komunitas persaudaraan; komunitas yang peduli, yang berbela rasa, di mana kita peduli satu sama lain.

Olehnya, kita diajak untuk keluar dari egoisme pribadi dan egoisme kolektif kita, dari rasa takut dan curiga yang membuat kita menutup diri, dari persaingan dan permusuhan, sehingga kita menjadi semakin manusiawi, semakin berbela rasa, semakin terbuka bagi orang lain. Kita digugah untuk berjalan di jalan kasih. *

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Ikuti artikel-artikel renungan harian katolik lainnya DI SINI

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved