Breaking News:

Ramadan 2021

Renungan Ramadan Keutamaan Menjaga Lisan

Lisan atau lidah merupakan rahmat Allah SWT sebagai indera pengecap dan alat untuk berbicara. Dengan lidah seseorang dapat mengatakan apa yang dingink

istimewa
Hasanah Purnamasari, S.H.I, M.Ag Dosen Ekonomi Syariah STAI Kupang 

POS KUPANG.COM ---Lisan atau lidah merupakan rahmat Allah SWT sebagai indera pengecap dan alat untuk berbicara. Dengan lidah seseorang dapat mengatakan apa yang dinginkan, mencurahkan isi hati, besenda gurau dan lain sebagainya.

 Kendati demikian, terkadang manusia lupa, karena larut dalam canda tawa tiba-tiba lisannya berkata buruk, mungkin benar secara fakta namun berkonotasi sangat tidak baik bahkan cenderung menghina atau meremehkan orang lain.

 Bahkan tidak sedikit manusia yang hatinya dipenuhi kebencian, lisannya begitu mudah mencaci.

Menjaga lisan menjadi kewajiban bagi setiap manusia. Menjaga lisan berarti menjaga keselamatan, karena lisan adalah penerjemah hati, pengungkap dan penguasanya.

 Apa yang terlintas dalam hati manusia akan tampak pada lisannya. Hal ini dikarenakan manusia ditentukan oleh dua ashgar (benda kecil), yaitu hati dan lisan. Dari Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi berkata: “Wahai Rasulullah! Ceritakan kepadaku suatu perkara yang aku dapat berpegang kepadanya.” Beliau bersabda, “Ucapkanlah! Tuhanku adalah Allah kemudian istiqomahlah.” Sufyan berkata, “Wahai Rasulullah! Apa yang paling engkau khawatirkan diantara yang engkau khawatirkan?” Beliau memegang lidah, kemudia bersabda, “ini”. (HR.Tirmidzi)

Hadist diatas dapat disimpulkan bahwa lidah dapat mengancam keselamatan. Banyak manusia mampu menjaga dirinya dari makanan haram, perbuatan dzalim, berzina, mencuri dan lain-lain tetapi sulit menjaga lisannya. 

Ghibah atau lebih dikenal dengan gosip misalnya, kini dilakukan secara terang-terangan. Mengumbar aib saudaranya sendiri atau tanpa sadar mengumbar aib dirinya. Banyak masyarakat yang akhirnya menjadi korban dari ghibah yang tidak diketahui kebenarannya. Mereka saling curiga satu sama lainnya, khawatir segala keburukan mendapat cercaan dan takut menjadi bahan gunjingan orang lain.

Para pembaca Pos Kupang yang dirahmati Allah SWT, ajaran Islam tak semata menuntut kita untuk tekun beribadah tetapi juga baik dalam pergaulan, diantaranya dalam menempatkan kata dan kalimat dimanapun berada. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Orang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, bukan pula orang yang suka melaknat, bukan orang yang berkata keji dan bukan pula orang yang suka berkata kotor.” (HR.Tirmidzi). Artinya, manusia sangat dilarang untuk mengucapkan kalimat-kalimat hinaan atau terkategori keji. 

Jika hal ini tidak dapat dilaksanakan bukan tidak mungkin seseorang yang bagus ibadahnya akan terjerumus pada hal-hal negatif, tercela dan menodai diri serta agamanya.

Begitu banyak dosa yang dilakukan melalui lisan, diantaranya: berdusta, bersumpah palsu, memfitnah, mengutuk, mengadu domba dan menggunjing. Fenomena saat ini dosa lisan sudah banyak menjelma dalam bentuk tulisan bahkan dengan bahasa yang lebih tajam dan berbahaya. 

Sindiran melalui sosial media atau menggumbar aib melalui status-status yang menjadikan semua orang berburuk sangka atau terhasut olehnya. Meski disadari dalam pergaulan atau muammalah ma’a naas akan ditemukan banyak kekurangan dan kelebihan masing-masing orang.

Terhadap semua itu kita wajib bijaksana, tidak merasa lebih baik lantas menghina atau menjatuhkan orang lain. 

Ingatlah, lisan dan tangan adalah nikmat Allah SWT yang wajib disyukuri dengan menggunakan keduanya dalam kebajikan sehingga kita terhindar dari fitnah dunia, siksa kubur dan azab neraka. Karena itu momentum ramadhan bukan hanya menahan lapar dan hawa nafsu semata, namun juga menjaga lisan dengan berkata baik atau diam dan memelihara tangan dengan menulis hal-hal baik nan bermanfaat. Wallahu A’lam.

Oleh: Hasanah Purnamasari, S.H.I, M.Ag
Dosen Ekonomi Syariah STAI Kupang

Dosen Ekonomi Syariah STAI Kupang, Hasanah Purnamasari, S.H.I, M.Ag
Dosen Ekonomi Syariah STAI Kupang, Hasanah Purnamasari, S.H.I, M.Ag (POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved