Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Rabu 14 April 2021: MENGALIR DARI SALIB

Orang yang memperoleh hidup baru itu hidupnya dipimpin oleh Roh, yang diibaratkan seperti ditiup angin. Roh akan memimpin dia menurut maunya Roh.

Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Rabu 14 April 2021: MENGALIR DARI SALIB (Yohanes 3:16-21)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berbicara tentang hidup baru, yakni hidup ilahi yang dianugerahkan kepada orang yang percaya kepada-Nya sebagai Anak Manusia. Hidup itu mengalir dalam diri karena Yesus ditinggikan di salib, diangkat dalam kebangkitan, diangkat ke dalam kemuliaan Bapa.

Orang yang memperoleh hidup baru itu hidupnya dipimpin oleh Roh, yang diibaratkan seperti ditiup angin. Roh akan memimpin dia menurut maunya Roh.

"Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh" (Yoh 3:8).

Dalam peziarahan, kadang kala arah dan jalan yang dibawa oleh Roh tak terlihat jelas; atau mungkin berbeda dengan arah dan jalan yang dicita-citakan. Terkadang tiupan Roh terasa seperti angin kencang dan badai, menantang dan menciutkan nyali. Karena harga diri, keamanan, kesenangan, hobi pribadi bisa saja diguncang atau dipertanyakan.

Bisa jadi ada yang merasa bersalah, tidak layak, tidak sanggup; bahkan tak jarang ada yang merasa terluka dan menderita. Namun angin kencang memang perlu agar akar bisa tambah kuat, tidak mudah goyah. Apalagi Tuhan sering berbicara dari dalam badai, tak hanya menunjukkan kemahakuasaan-Nya, pun untuk membuka tabir dan menyampaikan pesan-Nya.

Ada saatnya sentuhan Roh itu seperti angin sepoi-sepoi yang menyegarkan dan membangkitkan gairah. Ia seakan berbisik lembut, "Aku mengasihi engkau seperti adanya. Aku begitu mengasihi engkau sehingga Aku datang untuk menyembuhkan engkau dan menganugerahkan hidup kepadamu".

Roh sesungguhnya memimpin orang kepada Terang. Di dalam terang, orang tak lagi takut dilihat sebagai yang jahat dan bersalah. Ia tak cemas orang lain melihat wilayah gelap dalam dirinya. Ia tak menyembunyikan yang kotor dalam dirinya di balik yang tampaknya baik, di balik keyakinan-keyakinan dan kekuasaan. Ia tak takut ditolak, takut untuk jatuh ke dalam jurang kesepian dan kecemasan, takut kalau orang melihat dirinya yang sebenarnya, dengan segala kemiskinan, keterbatasan, keterpecahan dirinya (bdk. Yoh 3:19-20).

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Selasa 13 April 2021: Lahir Kembali

Di dalam terang, orang seakan sedang berdiri dan menatap jelas dirinya di hadapan sebuah cermin untuk menemukan jawaban "siapakah dirinya" dan ia mendengar kata-kata ini secara langsung, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Mat 3:17).

Ia tahu bahwa kata-kata yang dikatakan kepada Yesus ketika Ia dibaptis adalah kata-kata yang dikatakan juga kepada dirinya dan semua orang yang percaya kepada Yesus. Dengan itu, ia menjadi sadar bahwa ia tidak harus menjadi cerdas, berkuasa, dan berhasil, agar ia dicintai; tetapi ia mesti hidup dalam kebenaran, melakukan perbuatan-perbuatan di dalam Allah (bdk. Yoh 3:21).

Oleh baptisan yang telah kita terima, hidup baru telah tercurah ke dalam diri kita. Tapi kita harus terus membuka diri kita agar curahan hidup ilahi itu tetap mengalir dalam diri kita dan melalui diri kita. Membuka diri terhadap hidup baru itu ibarat melakukan perjalanan atau peziarahan panjang. Maka baguslah kalau kita membebaskan diri dari nafsu untuk membuktikan kehebatan diri supaya kita terbuka dibimbing oleh Roh kepada Terang. *

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Simak artikel-artikel renungan harian katolik DI SINI

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved