Jumat, 12 Juni 2026

Rencana Rusia Serbu Ukraina TerciumIntelejen AS,Pantas Saja Ada KekuatanMilitter Rusia Diperbatasan

Kekuatiran negara-negara Eropa dan Amerika Serikat mengenai kemungkinan Rusia akan menyerbu Ukraina kini semakin mendekati kenyataan

Tayang:
Editor: Alfred Dama
via Intisari.grid.id
Rencana Rusia Serbu Ukraina Tercium Intelejen Amerika, Pantas Saja Ada Kekuatan Militter Rusia Diperbatasan 

POS KUPANG.COM -- Kekuatiran negara-negara Eropa dan Amerika Serikat mengenai kemungkinan Rusia akan menyerbu Ukraina kini semakin mendekati kenyataan

Setidaknya ribuan pasukan darat yang didukung senjata berat Rusia sudah bersiap di perbatasan dengan Ukraina

Sementara 10 kapal perang Rusia juga sudah nangkring di Laut Hitam dan menunggu perntah lebih lanjut

Bukan itu saja, Rusia juga sudah menembaptkan rudal balistik di perbatasan dengan Ukraina sehingga menunggu perintah lebih lajut

Sepekan dunia dikagetkan dengan peningkatan aktivitas militer oleh Rusia menuju perbatasan Ukraina.

Baca juga: Belum Perang di Laut China Selatan, Laut Hitam Bakal Membara, AS Kirim Kapal Perang Hadapi Rusia

Baca juga: Tetiba Rusia Kerahkan Kapal Perang ke Laut Hitam , Ada apa? Siap Perang dengan Negara Mana?

Rudal s-400 buatan Rusia
Rudal s-400 buatan Rusia (via Kontan.co.id)

Meskipun saat ini diketahui Rusia tidak melakukan serangan ke Ukraina secara langsung.

Namun tampaknya hal ini telah membuat khawatir banyak pihak, dan jika perang pecah dikhawatirkan situasinya bisa berubah menjadi Perang Dunia.

Menurut 24h.com.vn, Jumat (9/4/21), selama tentara Ukraina tidak melakukan serangan langsung ke Donbass, semua akan aman.

Tentara Rusia dilaporkan baru akan bertindak jika serangan dilancarkan, tujuannya untuk melindungi orang-orang berbahasa Rusia.

Jika tentara Ukraina melancarkan seranga terhadap kelompok sparatis di Donbass, Rusia bisa campur tangan.

Rusia akan ikut campur dalam konflik di bagian timur negara itu, untuk membantu komunitas berbahasa Rusia di sana.

Hal ini tentu akan membahayakan, karena bagaimanapun kelompok sparatis harus dilawan oleh militer Ukraina, namun di sisi lain Rusia melindunginya.

Sementara, Dmitry Kozak, wakil kepala kantor Kremlin , memperingatkan bahwa pasukan Rusia dapat turun tangan untuk melindungi warganya.

Perwakilan otoritas Rusia juga memperingatkan bahwa eskalasi bentrokan dapat menandai awal dari berakhirnya Ukraina.

Selain itu, sumber BBC menyebutkan bahwa pada 9 April, terjadi bentrokan antara separatis yang didukung Rusia dan tentara Ukraina di timur Ukraina.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved