Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 4 April 2021: Kebangkitan Kristus Melampaui Batas Ruang dan Waktu

Misteri Kebangkitan Kristus yang dirayakan pada Pesta Paskah menguatkan hati para rasul dan segenap umat beriman Kristiani bersaksi tentang Kristus

Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Harian Katolik Minggu 4 April 2021: Kebangkitan Kristus Melampaui Batas Ruang dan Waktu (Yohanes 20 :1-9)

Oleh: RD. Maxi Un Bria

POS-KUPANG.COM - Misteri Kebangkitan Kristus yang dirayakan pada Pesta Paskah menguatkan hati para rasul dan segenap umat beriman Kristiani untuk bersaksi tentang Kristus dengan menggandakan perbuatan-perbuatan kebangkitan.

Hari Paskah adalah hari kebangkitan. Kristus mengalahkan maut dan melampaui dimensi ruang dan waktu. Kebangkitan Kristus memenuhi pernyataan-Nya. “ Anak manusia akan menderita sengsara dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit pada hari ketiga” ( Markus 8 :31 ).

Kebangkitan Kristus sungguh melempaui keterbatasan manusiawi . Mgr. Petrus Turang, Uskup Agung Kupang ( 2021) menulis, “ Peristiwa Paskah melampaui keterhinggan manusiawi, karena Kristus tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Saat ini Kristus bangkit bukan lagi secara kelihatan, melainkan secara tidak kelihatan. Kristus bangkit adalah Roh mulia yang meliputi segalanya. Kristus bangkit menjadi kenyataan spiritual yang paling mulia dalam Gereja-Nya. Dengan demikian, liturgi Paskah menjadi perayaan gerejani yang menghadirkan pengharapan ilahi dalam persekutuan gerejani”.

Kebangkitan Kristus adalah anugerah surgawi yang meneguhkan hati persekutuan umat beriman dalam menghadapi berbagai gejolak hati dan pergumulan di tengah masa pandemi covid-19. Para murid Kristus merayakan kebangkitan Kristus dengan memperkuat persekutuan dan gerak bersama secara bijak dalam menghadapi realitas kehidupan sosial ekonomi dewasa ini.

Perayaan kebangkitan Tuhan dimaknai sebagai sebuah pesta iman yang hadirkan sukacita dan pengharapan akan hidup yang baru, sebagaimana ditegaskan Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus. “ Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan roti yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi yaitu kemurnian dan kebenaran.”

Para murid dan persekutuan umat beriman pun bangkit dan bergegas untuk menjumpai Yesus yang bangkit. Sebagaimana Maria Magdelana yang pagi-pagi benar ketika hari masih gelap bergegas ke kubur untuk menjeguk Yesus, demikian juga para murid lain yang datang dan menemukan kubur kosong. Mereka semua terperanga dan bertanya dalam hati . Di manakah Tuhan yang mereka cari ?

Tampaknya mereka belum mengerti sepenuhnya dengan isi Kitab Suci bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. Namun realitas kubur kosong dan rangkaian pengalaman perjumpaan para murid dengan Yesus setelah kebangkitan, telah membuka iman dan logika hati mereka bahwa Kristus sungguh telah bangkit Alleluya.

Semoga perjumpaan dengan Kristus yang bangkit memberikan kita daya, semangat dan visi yang baru dalam menggandakan kasih, solidaritas, toleransi, harmonitas , damai dan sukacita dalam hidup bersama secara universal inklusif.*

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Ikuti artikel-artikel renungan katolik 

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved