Breaking News:

Persaudaraan dalam Kemanusiaan

Peristiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu 28 Maret 2021 menambah daftar serangan terorisme di Tanah Air.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Ervanus Ridwan Tou: kita adalah sesama saudara sebangsa. Saudara sesama manusia. 

Persaudaraan dalam Kemanusiaan

Oleh Ervanus Ridwan Tou
Sekjen Vox Point Indonesia

POS-KUPANG.COM - Peristiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu 28 Maret 2021 menambah daftar serangan terorisme di Tanah Air. Harapan masyarakat agar peristiwa bom tidak terjadi lagi rupanya isapan jempol belaka. Karena pemerintah mengklaim menjamin keamanan pasca peristiwa yang sama terjadi sebelumnya. Serta menindak pelaku dan jaringan terorisme sampai ke akar-akarnya.

Di sisi lain, kiprah BNPT perlu diapresiasi. Karena kerja keras mereka mampu memutuskan mata rantai penyebaran terorisme di beberapa titik. Namun, upaya tersebut belum maksimal. Buktinya kejadian di Katedral Makassar.

Rakyat Indonesia tentu mendukung upaya BNPT dalam memerangi terorisme. Agar menghentikan pergerakan bibit-bibit teroris tumbuh liar di negara Pancasila ini.

Pemerintah melalui aparat Polri dan TNI juga mesti kerja keras menindak para pelaku dan jaringannya. Tetapi, yang perlu dilakukan bukan pasca kejadian saja. Karena ada fenomena, ketika ada peristiwa bom, semua aparat kepolisian dikerahkan untuk mengamankan tempat-tempat vital. Dilakukan kurang lebih satu minggu. Namun, setelah itu, tidak ada lagi penjagaan. Mestinya, aparat selalu siap dan waspada. Karena diduga, gerakan-gerakan terorisme mulai beraksi ketika aparat lengah.

Serangan terorisme di Indonesia telah menewaskan ratusan korban. Public Virtue Research Institute merilis daftar aksi teror berupa ledakan bom yang terjadi di Indonesia. Peristiwa dalam dua dekade terakhir. Hasil kajian mereka menyebutkan ada sembilan kasus ledakan bom yang terjadi sejak 2000 lalu.

Adapun rinciannya, yakni Bom Bali I (2002), Bom JW Marriot (2003), Bom Bali II (2005), Bom Ritz Carlton (2009), Bom Masjid Az-Dzikra Cirebon (2011), Bom Sarinah (2016), Bom Mapolresta Solo (2016), Bom Kampung Melayu (2017), serta Bom Surabaya dan Sidoarjo (2018).

Hal ini membuktikan bahwa Indonesia belum aman dari serangan teroris. Terorisme masih menjadi ancaman serius bagi NKRI. Padahal, tidak kurang upaya pemerintah untuk mengendalikan gerakan jaringan terorisme dan radikalisme. Indonesia menjadi salah satu negara target teroris. Bahkan, tempat latihan jaringan teroris berada di Indonesia.

Densus 88 Anti Teror Polri berhasil membongkar sasana atau pusat latihan Jaringan Teroris Jamaah Islamiyah (JI) di sejumlah lokasi di Jawa Tengah. Salah satunya terletak di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. Pusat latihan terletak di lantai dua sebuah villa sewaan. (Tempo.co, 27 Desember 2020).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved