Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, 27 Maret 2021: Lebih Berguna Bagimu Jika Satu Orang Mati untuk Bangsa Kita

Ramalan Kayafas sungguh terbukti. Lebih berguna bagimu jika satu orang mati untuk bangsa kita, daripada semua binasa.

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Ambros Ladjar 

Renungan Harian Katolik, Sabtu 27 Maret 2021: Adalah Lebih Berguna Bagimu Jika Satu Orang Mati untuk Bangsa Kita, daripada Seluruh Bangsa Kita Binasa (Yehezkiel 37: 21-28; Yoh 11: 45-56)

Oleh: RD. Ambros Ladjar

POS-KUPANG.COM - Ketika awal merebaknya pandemi Covid-19 timbul kesimpangsiuran berita. Korea Utara misalnya diperintahkan Presiden Kim Jong-Un untuk membangun markas darurat epidemiologi di Pyongyang. Negara yang selama ini tertutup langsung memblokir perbatasan dengan Tiongkok sejak januari 2020.

Apesnya lagi seorang pejabat yang diam-diam pulang dari Tiongkok tanpa jalani karantina mandiri langsung ditembak mati. Dia dianggap tak patuhi aturan karantina. Aksinya dianggap membahayakan masyarakat yakni ia nekat ke permandian umum. Walaupun begitu, kebenarannya masih diragukan, apakah negaranya betul bebas Covid-19 setelah itu?

Nubuat nabi Yehezkiel merupakan sebuah impian yang sudah lama. Sangat diharapkan agar bisa menjadi sebuah kenyataan. Hal itu menjadi berita gembira bagi bangsa Israel yang sudah dibuang dan ditawan di Babel. Mereka akan pulang ke tanah terjanji yang sudah dihancurkan tahun 586.

Ketika itu Israel dan Yehuda yang terbagi dua akan kembali digabung menjadi satu umat. Bait Allah di Yerusalem akan dibangun kembali dan umat akan dipimpin raja Daud. Perintah dan hukum akan dipelajari dan dilaksanakan dengan baik. Di saat itu Tuhan berjanji: Aku akan men jadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Mukjizat kebangkitan Lazarus juga menjadi berita gembira. Peristiwa itu sempat menyedot perhatian banyak orang. Namun ada suatu keresahan bagi orang Yahudi: sebetulnya siapa Yesus itu? Sebab dengan ajaran dan tindakan-Nya, menarik simpati banyak orang untuk percaya kepada-Nya.

Kekhawatiran ini yang membahayakan para imam kepala dan ahli Taurat. Paling berbahaya lagi jika sampai tentara Romawi lakukan revolusi berdarah. Semua itu akibat kolaborasi kepentingan politik di Israel.

Karena itu apa yang dinubuatkan Kayafas adalah sebuah ancaman serius di depan mata. Yesus dianggap dalang dan provokator maka ramalan Kayafas sungguh terbukti. Lebih berguna bagimu jika satu orang mati untuk bangsa kita, daripada semua binasa.

Selamat pagi dan selamat berpuasa di Akhir Pekan buat para sahabat dan segenap keluarga semua. Semoga diberikan Tuhan Kesehatan, Keberuntungan, Kesuksesan dan Kebahagiaan di sepanjang hari-hari hidup kita. Tetap taat menjalani Prokes. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.*

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved