Tanam Jagung Panen Sapi, Gubernur NTT : Biar Terima Upah Kecil  Tapi Upah mu Besar di Surga

bentuk kepedulian kepada masyarakat Kabupaten Belu lewat kerja nyata, kerja keras dan kerja cerdas untuk mengangkat derajat hidup

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Gubernur NTT, Vicktor Bungtilu Laiskodat secara simbolisi memanen jagung hasil pelaksanaan program tanam jagung panen sapi (TJPS) di Kabupaten Belu, tepatnya di Desa Derokfaturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Kamis 25 Maret 2021. 

Tanam Jagung Panen Sapi, Gubernur NTT : Biar Terima Upah Kecil  Tapi Upah mu Besar di Surga

POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Gubernur NTT, Vicktor Bungtilu Laiskodat mengatakan biar terima upah kecil  tapi upah mu besar di surga

Penegasan ini disampaikan Gubernur NTT, Vicktor Bungtilu Laiskodat seat secara simbolisi memanen jagung hasil pelaksanaan program tanam jagung panen sapi (TJPS) di Kabupaten Belu, tepatnya di Desa Derokfaturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Kamis (25/3/2021).

Gubernur didampingi Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, Bupati dan Wakil Bupati Belu terpilih, dr. Agus Taolin-Aloysius Haleserens dan Kejari Belu. Hadir dalam rombongan Gubernur adalah para staf khusus gubernur, pimpinan OPD lingkup Pemprov dan lingkup Kabupaten Belu.

Plh. Bupati Belu, Frans Manafe dalam laporannya mengatakan, panen simbolis jagung varietas lamuru dari TJSP bertempat di kebun Kelompok Tani Dumetan, Desa Derokfaturene, Kecamatan Tasifeto Barat seluas 8,5 hektare. 

Kata Manafe, pelaksanaan program TJPS di Kabupaten Belu tahun 2020 seluas 710 hektare yang tersebar di 18 desa, satu kelurahan di lima kecamatan. Jumlah kelompok tani 56.

Rata-rata musim tanam pertama 2020 yakni Oktober-Maret sudah dipanen dengan hasil yang memuaskan. Untuk musim tanam April-September 2021 akan tetap dilaksanakan dan akan menambah luasan tanam lewat dana APBD II.

Plh. Bupati menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT, Vicktor Bungtilu Laiskodat yang selama dua hari bersama dengan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu.

"Kehadiran bapak Gubernur sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat Kabupaten Belu lewat kerja nyata, kerja keras dan kerja cerdas untuk mengangkat derajat hidup masyarakat Belu", ungkap Manafe.

Lanjutnya, melalui program TJPS itu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Belu.

Pemerintah Kabupaten Belu terus mendukung pelaksanaan program TJPS tersebut karena kita ketahui bersama, pertanian merupakan sektor yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Sesuai data statistik, sektor pertanian menempati posisi pertama yang memberikan kontribusi peningkatan ekonomi dibandingkan sektor lainnya.

Gubernur NTT, Vicktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya mengungkap rasa bangga dan bahagia setelah melihat hasil panen jagung program TJPS bagus. Sesuai perhitungan ubin, rata-rata produksi jagung di poktan Dumetan itu mencapai 4,8 ton per hektare.

Jumlah tersebut kata Gubernur dinilai bagus dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Dari hasil jagung tersebut bisa dijual untuk kemudian membeli ayam, kambing bahkan sapi. Bisa juga selain mengembangkan jagung, petani juga mengembangkan ternak ayam dan sapi. 

Hasil usaha jagung dan ternak itu dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga termasuk pemenuhan gizi keluarga sehingga bisa mengatasi stunting. Ini adalah mata rantai panjang kegiatan usaha yang dikerjakan saat ini bisa  mendapatkan hasil dalam waktu dekat dan juga dalam jangka waktu panjang. 

Untuk itu, Gubernur meminta pemerintah Kabupaten Belu agar terus mengembangkan usaha yang meningkatkan ekonomi masyarakat serta mengurangi masalah stunting. Pasalnya kabupaten Belu turut menyumbang kasus stunting bagi pemerintah provinsi NTT. 

Gubernur juga berpesan kepada pendamping program agar tetap semangat kerja mendampingi petani. Meski upah yang diberikan tidak besar namun upah yang oebih besar ada di surga

"Biar terima upah kecil tapi upah mu besar di surga", kata Vicktor memotivasi. 

Baca juga: Begini Penjelasan Gubernur NTT Terkait Program Tanam Jagung Panen Sapi, Info

Baca juga: Wujudkan Program Tanam Jagung Panen Sapi, Disperindag NTT Ciptakan 30 Mesin Produksi

Baca juga: Tanam Jagung Simbolis di Bena TTS, Gubernur NTT : Kerja Harus Berdasarkan Data Riil

Acara ditutup dengan foto bersama Gubernur NTT dengan para penyuluh pertanian Kabupaten Belu. (Laporan (Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved