Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik, Kamis 25 Maret 2021: Sebab bagi Allah tak Ada yang Mustahil
Maria dipilih Tuhan untuk menjadi bunda Kristus. Dia seorang pribadi sederhana, yang sedang bertunangan dengan Yusuf.
Renungan Harian Katolik, Kamis 25 Maret 2021, Hari Raya Kabar Sukacita: Sebab bagi Allah tak Ada yang Mustahil (Yesaya 7: 10 - 14, 8: 10 dan Ibrani 10: 4-10, Lukas 1: 26 - 38)
Oleh: RD. Ambros Ladjar
POS-KUPANG.COM - Tepatnya lagi sembilan bulan sebelum merayakan Natal, kita gereja Katolik mengenang karya agung Allah. Peristiwa Inkarnasi atau Firman yang menjadi Manusia dan tinggal di antara kita.
Maria dipilih Tuhan untuk menjadi bunda Kristus. Dia seorang pribadi sederhana, yang sedang bertunangan dengan Yusuf. Keduanya berasal dari Nazaret, sebuah kota kecil di wilayah Galilea.
Dengan berstatus tunangan maka sudah pasti mereka berdua akan hidup bersama. Segala hal terkait urusan adat istiadat sudah berjalan, tapi mereka belum dibolehkan untuk hidup serumah.
Sama seperti lazimnya praktek budaya ketimuran lainnya. Jusuf dan Maria juga demikian. Maria masih tinggal bersama kedua orangtuanya, Yoakim dan Anna.
Olehnya ketika malaikat Tuhan itu memberi salam kepadanya dan menyampaikan pesan dari Allah, Maria kaget. Wajar karena berita bahwa dia akan mengandung membingungkan. Dia sendiri baru menjalin relasi tunangan dengan Yusuf. Secara spontan timbul keraguan: bagaimana mungkin hal itu terjadi karena aku belum bersuami?
Pertanyaan Maria langsung dijawab penginjil Lukas: bagi Allah tak ada yang mustahil. Sebab itu malaikat Gabriel mempertegas pernyataannya bahwa Roh Kudus akan menaungi Maria. Selanjutnya Anak yang akan dilahirkan itu akan disebut Kudus, Anak Allah.
Penyampaian malaikat ini sudah lebih dulu diramalkan jauh sebelumnya oleh nabi Yesaya. Seorang perempuan muda akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan dinamai Immanuel artinya Allah menyertai kita.
Allah tidak memaksa kehendak, tapi menghormati kebebasan manusia. Terhadap ibu Maria pun demikian halnya. Tuhan masih kompromi dan minta persetujuan Maria.
Atas kesediaannya, Maria serah diri penuh iman kepada Allah. Fiat voluntas Tua. Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan- Mu.
Sesungguhnya Maria belum melihat risiko di balik kesediaannya menerima tawaran itu. Akan tetapi Maria percaya pada kuasa dan penyelenggaraan Allah. Maria yakin bahwa Allah akan selalu menyertainya.
Dalam penugasan dinas kadang kita masih berkelit, lantaran merasa tak mampu. Beranikah kita juga menempatkan diri sebagai pengabdi di hadapan Allah seperti Maria?
Selamat sorei dan Selamat Hari Raya Kabar Sukacita buat para sahabat dan segenap keluarga semua. Semoga diberikan Tuhan Kesehatan, Keberuntungan, Kesuksesan dan Kebahagia an di sepanjang hari-hari hidup kita. Tetap taat menjalani Protokol Kesehatan. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.*
Simak juga video renungan harian katolik berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rd-ambros-ladjar_01.jpg)