Selasa, 14 April 2026

Berita Manggarai Timur

Longsor Timbun Saluran Irigasi Wae Laku - Manggarai Timur

Wabup Manggarai Timur, Drs Jaghur Stefanus, memantau bencana alam berupa longsor yang menutupi dan merusaki saluran irigasi induk Wae Laku, di Desa Co

Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
 POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Wakil Bupati Drs Jaghur Stefanus, Serdang memantau longsor yang menimbun saluran irigasi. 

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | BORONG---Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Timur, Drs Jaghur Stefanus, memantau bencana alam berupa longsor yang menutupi dan merusaki saluran irigasi induk Wae Laku, di Desa Compang Kantar, Kecamatan Rana Mese, Senin (22/3/2021) pagi.

Turut hadir memantau longsor itu, Kapolres Manggarai Timur, AKBP Nugroho Arie Siswanto, Kadis PUPR Manggarai Timur, Yos Marto, Plt Kepala BPBD Kabupaten Manggarai Timur, Mikael Jaur, dan Kasat Pol PP Manggarai Timur, Yohanes Syukur.

Pantauan POS-KUPANG.COM saat tiba di lokasi longsor Wabup Jaghur memantau sejumlah titik longsor yang minimbun saluran irigasi induk dari Bendung Wae Laku itu. Tanpak material longsor berupa tanah berlumpur, pohon-pohon besar dan bebantuan raksasa menutupi saluran irigasi itu. 

Tumpukan material longsor itu cukup banyak dan sangat tinggi, sehingga tidak bisa dievakuasi oleh tangan manusia, begitu juga tidak bisa hanya satu alat berat, tetapi harus membutuhkan 4 sampai 5 alat berat jenis ekcavator agar proses evakuasi material longsor itu dapat berjalan dengan cepat. 

Sementara itu di lokasi, tanpak juga sebuah ekcavator milik dinas PUPR Manggarai Timur sedang membantu mengevakuasi material longsor itu.

Bukan hanya material longsor yang menutupi saluran irigasi induk itu saja, tetapi juga longsor akibat arbrasi sungai Wae Laku juga terancam menjebolkan saluran irigasi itu. 

Tanpak jarak antara bibir jurang longsor dengan saluran irigasi sepanjang kurang lebih 300 meter itu hanya jarak sekitar 1 sampai 4 meter saja. Terlihat juga retakan tanah berpotensi longsor hingga sampai mendekati saluran irigasi itu.

Diperkirakan berpotensi akan terjadi longsor sekitar 300 meter terhitung dari Bendung Wae Laku.

Wabup Jaghur bersama rombongan juga dalam kesempatan itu melihat semua titik-titik longsor. Bahakan Wabup Jaghur juga melihat langsung bendung Wae Laku.

Saat di bendung Wae Laku, Wabup Jaghur juga melihat material longsor yang menimbun saluran irigasi induk. Tanpak sebagian material sudah dievakuasi, namun sebagian besar belum bisa dievakuasi.

Wabup Jaghur usai memantau longsor itu, kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan ini merupakan benar-benar murni karena bencana alam. Dan untuk mengevakuasi material longsor cukup sulit.

Menurut Wabup Jaghur, untuk bisa mengatasi longsor dan saluran irigasi itu aman dari longsor tentu membutuhkan biaya yang begitu besar diperkirakan mencapai belasan miliaran rupiah. Sebab selain mengevakuasi banyaknya material longsor yang menutupi saluran irigasi itu, juga perlu ada pembangunan tanggul atau beronjong untuk menahan longsor akibat abrasi sungai Wae Laku.

"Ini memang murni bencana alam, tapi untuk mengatasi cukup sulit. Ini mesti dari Provinsi harus turun tangan, Karena kalau hanya Pemerintah Kabupaten tidak bisa, sebab kemampuan kita terbatas,"ungkap Wabup Jaghur.

Terkait bencana longsor itu, kata Wabup Jaghur pihaknya juga sudah menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi NTT melalui Instansi terkait. Pihaknya berharap agar secepatnya masalah itu teratasi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved