Kepala Perwakilan BI NTT Perkirakan Ada Direct Selling Setelah Pembukaan Exotic Tenun Fest
Yang layak dijual dan kualitasnya sangat bagus itu hampir 960 jenis kain dan juga produk turunannya
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Kepala Perwakilan BI NTT Perkirakan Ada Direct Selling Setelah Pembukaan Exotic Tenun Fest
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), I Nyoman Ariawan Atmaja memperkirakan akan ada direct selling setelah pembukaan kegiatan Exotic Tenun Fest pada Senin (22/03/2021).
"Kita perkirakan hari ini setelah pembukaan ada direct selling kepada beberapa orang termasuk didalamnya adalah ibu Rosmaya Hadi, bapak Wakil Gubernur dan anggota dari Forkopimda," katanya pada Minggu (20/03/2021).
Hal ini, lanjut dia, untuk memberikan motivasi kepada seluruh masyarakat baik di NTT maupun di Indonesia bahkan mungkin di luar negeri untuk mendorong pembelian dan penjualan dari tenun NTT.
Nyoman saat itu sedang memantau persiapan terakhir sebelum kegiatan dimulai.
"Ini adalah persiapan terakhir, kita sekarang melakukan gladi resik dengan seluruh pengisi acara dan juga rundown acara," ungkapnya.
Kegiatan akan dibuka kurang lebih pukul 10.00 WITA dan dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rosmaya Hadi secara virtual, dihadiri secara langsung oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, unsur Forkopimda dan beberapa undangan dengan tempat terbatas serta menerapkan protokol kesehatan.
Lanjut Nyoman, pandemi Covid-19 ini memukul demand permintaan dari tenun hingga mencapai 70 sampai 80 persen.
"Mudah - mudahan dengan Exotic Tenun Fest ini bisa kita naikkan demand tenun sehingga mama - mama kita yang menenun tetap bisa berproduksi dan mendapat penghasilan dari tenun NTT," ujarnya.
Dia mengungkapkan, banyak UMKM berbasis tenun terutama kaum ibu di Flores, Sumba, Timor dan pulau - pulau lain di NTT, namun yang mengikuti festival ini hanya 12 UMKM.
"Kita sudah lakukan kurasi oleh ahlinya dan sekitar 12 UMKM yang masuk dalam hasil kurasi," jelas Nyoman.
"Yang layak dijual dan kualitasnya sangat bagus itu hampir 960 jenis kain dan juga produk turunannya," lanjutnya.
Masyarakat juga bisa mengakses kegiatan ini melalui website www.exotictenunfest.com.
"Bapak - bapak dan ibu - ibu silakan akses website dan itu akan langsung terhubung dengan e-commerce nasional, Shopee sehingga bisa dilakukan penjualan atau pembelian secara non tunai dengan berbagai kanal pembayaran," kata Nyoman.
"Bisa menggunakan debet credit card dan juga qris," tambahnya.
Dengan fasilitas dan kerjasama dengan Shopee sebagai e-commerce nasional ini diakui Nyoman sangat memudahkan masyarakat yang ingin bertransaksi.
Website tersebut sudah dibuka sejak Kamis (18/03/2021) sehingga saat ini sudah bisa diakses.
"Sudah bisa berbelanja. Tinggal lihat di sana kemudian klik produk itu akan terlihat produk dan harganya klik di sana langsung terhubung dengan e-commerce," ujarnya.
"Ini tentu merupakan bagian dari salah satu produk yang mempunyai nilai historian budaya dan juga nilai ekonomi yang sangat tinggi," sambungnya lagi.
Dengan adanya acara festival ini, Nyoman berharap akan mendorong penjualan tenun NTT, meningkatkan pendapatan dari masyarakat terutama penenun dan juga meningkatkan ekonomi NTT.
"Mari berbelanja. Katong belanja tenun NTT bangga buatan Indonesia dan mari berwisata di Indonesia," ajak Nyoman.
Festival ini akan disiarkan secara langsung lewat website, YouTube dan juga Shopee Indonesia.
12 UMKM ikut mengambil bagian dalam Exotic Tenun Fest adalah Gerai Ranty, GS Artshop, Ina Ndao, Kampung Tenun Alor, Komodo Gift Shop, Rihi Eti Tenun, Rumah Tenun Ina Sabu, Tenun D'Napun Maumere, Tenun Neon Ida, Tenun Ruba Muri, Tenun Sabu Ama Tobi dan Tenun Wehor Weoro.
Baca juga: 24, 2 Persen Tertinggi Nasional, Stunting NTT Harus Diurus dari Pabriknya
Baca juga: Masyarakat Sabu Raijua Resah, Marak Pengeboman Ikan di Wilayah Halla dan Mane
Baca juga: Dapat Dua Gelar Dalam Ajang Nasional, Syah Bangga Menjadi Putera Pariwisata Nusantara
Selain 12 UMKM, ada juga 3 Dekranasda yang bergabung dalam kegiatan ini yakni Dekranasda Belu, Dekranasda NTT dan Dekranasda Pemkot Kupang.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi)