Breaking News:

Berita Pendidikan

JIBAS CBE dari MAN Lembata, Aplikasi Belajar Berbasis Offline 

Polemik ini mendorong, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lembata untuk menciptakan aplikasi sendiri dalam mendukung pembelajaran secara online itu

istimewa
Siswa-siswi MAN Lembata saat menggunakan aplikasi JIBAS CBE.  

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pandemi covid-19 yang menyebabkan sektor pendidikan diahlikan proses pembelajaran dari sekolah ke rumah atau secara online, membuat para guru dan pihak terkait harus bekerja ekstra agar siswa dapat mendapat asupan belajar yang efektif.

Skema pembelajaran dari rumah atau dengan basis online ini sering menjadi kendala tanpa batas yang dihadapi tiap siswa. Jaringan internet yang sulit, kuoata internet yang cepat habis dan bahkan beberapa siswa pun tak memiliki android sering menghambat aktifitas belajar secara online.

Polemik ini mendorong, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lembata untuk menciptakan aplikasi sendiri dalam mendukung pembelajaran secara online itu.

Aplikasi yang diberi nama JIBAS CBE ini dirancang khusus untuk proses pembelajaran dan proses ujian madrasah, khususnya pada jenjang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lembata. 

Ujian Madrasah Berbasis Android dengan aplikasi JIBAS CBE, telah melalui rangkaian uji coba sebelum pandemi covid-19 dan dikebut pembuatannya pada masa pandemi agar proses belajar tetap berjalan dengan baik.

Aplikasi yang diklaim mempunyai beberapa kelebihan ini, selain dapat di akses dengan minimnya jaringan komunikasi, potensi kecurangan yang ditimbulkan oleh siswa pada saat mengerjakan soal yang diberikan sangat kecil. Hal ini dikarenakan, aplikasi akan dikendalikan oleh tim admin yang akan selalu memantau tiap pengerjaan soal siswa.

Untuk mendapatkan aplikasi ini, siswa dapat mendownload pada aplikasi playstore dengan hanya mengeluarkan kuoata sebesar 2,5 megabite. Aplikasi ini  juga telah di unduh lebih dari 10.000 kali.

Salman Al-Farisi siswa kelas XII IPA,
mengaku lebih nyaman mengunakan aplikasi ini. Menurutnya, selama ini ia sering kali mengalami kendala jaringan, apalagi di daerah tempat tinggalnya jaringan internet cukup sulit sehingga sangat menggangu proses belajar secara online.

Diterangkannya, usai menggunakan aplikasi JIBAS CBE, Farisi tidak lagi khawatir dengan kendala jaringan internet yang sering di alami.

"Tidak macet-macet ketika pindah soal dari satu halaman kehalaman yang lain. Sepatutunya system ini harus dari dlu ustad, jangan kami mau lulus baru ada" pintanya, ketika di hubungi POS KUPANG.COM, Senin (22/3/2021).

Terpisah, kepala sekolah MAN Lembata Abdullah Malik, S.Pd, menyampaikan, madrasah harus bisa memotivasi para  siswa dalam mengahadirkan pembelajaran dan ujian sesuai tuntutan zaman yang serba digital ini.

Baginya, pandemi covid-19 bukan menjadi halangan untuk melakukan terobosan-terobosan di bidang Ilmu pengetahuaan dan teknologi, terutama dari pihak madrasah yang mestinya terus melahirkan karya-karya baru untuk menunjang pembelajaran yang efektif dan nyaman.

"Yang lebih penting adalah jangan pernah berpikir biasa-biasa saja tapi harus berpikir luar biasa" pungkasnya, Senin (22/3/2021). (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Baca juga: Enam Hari Gubernur NTT Viktor Laiskodat Berkantor di Luar Gedung Sasando 

Baca juga: Bupati Belu Terpilih, Agus Taolin Komit Jaga Hubungan Baik dengan Wakilnya

 
 

Siswa-siswi MAN Lembata saat menggunakan aplikasi JIBAS CBE. 
Siswa-siswi MAN Lembata saat menggunakan aplikasi JIBAS CBE.  (istimewa)
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved