Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Viral Terkini

Janjinya Mau Layani Tiga Jam Tapi Hanya Dilayani 30 Menit, Minta Lanjut? Malah Ogah, Pria Ini Lalu

PSK) prostitusi online dibunuh oleh pria yang mengencaninya dengan alasan tak puas saat menerima layanan berhubungan badan.

Tayang:
Editor: Ferry Ndoen
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Ilustrasi - Empat PSK di bawah umur yang diamankan aparat Polsek Tanjung Priok karena terlibat prostitusi online. 

POS KUPANG.COM-- - Seorang pekerja seks komersil ( PSK) prostitusi online dibunuh oleh pria yang mengencaninya dengan alasan tak puas saat menerima layanan berhubungan badan.

Pria tersebut bernama Agus Saputra alias Berry (24) mengaku tega membunuh teman kencan wanitanya, Yuliana (25) lantaran kecewa.

Berry tak puas dengan layanan yang diberikan Yuliana, hanya 30 menit dari janjinya 3 jam lantaran sudah minum obat kuat.

Setelah sekali berhubungan badan, Yuliana enggan lagi memberikan pelayanan di ranjang, hingga akhirnya petaka pun terjadi pembunuhan. 

ILUSTRASI - Ibu RT Pamit Jemput Anak Sekolah, Ternyata Kepergok Asyik Berduaan dengan Selingkuhan, Suami Pun Lakukan Hal Ini
ILUSTRASI -an Hal Ini (beritapns.com)

Seperti diketahui sebelumnya, Yuliana yang memiliki dua anak ditemukan tewas di kamar di Hotel Rio, Palembang setelah dari rekaman CCTV terlihat korban masuk kamar bersama seorang pria.

Beberapa hari pasca diketahuinya korban meninggal dunia, polisi berhasil menangkap Berry.

Dalam rekonstruksi yang dilakukan Polrestabes Palembang, Berry menunjukkan kronologi pembunuhan secara detail, Kamis (18/3/2021).

Berry ikut serta menjalani 37 adegan rekonstruksi.

Tampak ia memakai baju tahanan Polrestabes Palembang menuju kamar 625 Hotel Rio Palembang di Jalan Lingkaran 1, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT 2 Palembang.

Usai rekonstruksi dilakukan, Berry yang tampak berjalan dengan kaki yang masih berbekas luka tembak mengaku menyesal atas perbuatannya telah menghilangkan nyawa Yuliana.

Hal tersebut terpaksa dilakukannya karena korban yang tak mau berhubungan badan lagi kepada tersangka.

"Janjinya kemarin tiga jam kencan, baru sekali sekitar 30 menit. Waktu aku mau ngajak main lagi dia menolak," kata Berry, Kamis (18/3/2021).

Berry mengatakan hal tersebut tidak sesuai dengan keinginannya yang masih mau berkencan dengan korban meskipun kencan pertama sudah selesai dilakukan.

Ilustrasi PSK. Mucikari di Australia cari gadis-gadis 17 tahun dibius dijadikan PSK. Mereka ditato sebagai tanda.
Ilustrasi PSK. Mucikari di Australia cari gadis-gadis 17 tahun dibius dijadikan PSK. Mereka ditato sebagai tanda. (NET)

Sebelum melakukan hubungan suami istri dengan korban, Berry sempat terlebih dahulu meminum obat kuat jenis pil untuk meningkatkan gairah seksualnya.

"Karena kesal itulah aku nekat berbuat seperti itu.

Sebelumnya itu aku terlebih dahulu minum obat kuat jenis beruang hitam. Sangat menyesal karena kejadian itu sampai merenggut nyawanya," lanjut pria berbadan gumpal ini.

Usai tertangkap, Berry yang ditahan di Polrestabes Palembang sempat mengungkapkan bahwasannya didatangi Yuliana dalam mimpi.

Ilustrasi
Ilustrasi (Kompas.com)

Dikatakannya, pada saat dirinya mendekam di penjara korban Yuliana hanya menatap seakan ingin mengejar tersangka.

"Sekali waktu pertama kali ditahan, dia itu datang dalam mimpi aku menatap sambil seakan mau mengejar aku tapi diam saja.

Itulah cuma satu kali, setelah itu tidak pernah lagi datang," katanya.

Beberapa waktu yang lalu, Yuliana ditemukan tewas di kamar hotel tersebut setelah dari rekaman CCTV terlihat korban masuk kamar bersama seorang pria.

Beberapa hari pasca diketahuinya korban meninggal dunia, polisi berhasil menangkap Agus, pria yang diduga membunuh ibu dua anak tersebut.

Rekonstruksi ini dilakukan di Hotel Rio, tepatnya di kamar 625 di Jalan Lingkaran 1, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT 2 Palembang pada Kamis (18/3/2021) sekira pukul 14.00 WIB.

Dari rekonstruksi yang dilakukan ini, tersangka yakni Agus Saputra langsung hadir melakukan rekonstruksi pembunuhan tersebut dengan menghadirkan beberapa saksi.

Sebanyak 37 adegan dilakukan dalam rekonstruksi di Hotel Rio tersebut.

Berawal dari tersangka yang datang ke hotel usai memesan korban menggunakan aplikasi MiChat dan langsung menemui korban di kamar 625 itu.

Ilustrasi
Ilustrasi (Shutterstock)

Sebelum melakukan hubungan layaknya suami istri, tersangka terlebih dahulu memberikan uang sebagai tanda jadi kencan tersebut.

Barulah setelah itu, tersangka dan korban langsung melakukan hubungan layaknya suami istri. Setelah melakukan hubungan layaknya suami istri, pelaku mandi dan duduk di kursi kamar sambil merokok.

Setelah itu, tersangka kembali mengajak korban untuk berhubungan badan, namun ditolak oleh korban.

Tepatnya di adegan ke 14, tersangka menindih korban yang sedang telungkup di atas kasur dan meminta berhubungan badan kembali, tetapi korban menolak.

Korban yang memberontak langsung berpindah ke kasur yang berada disebelahnya.

Bukannya menghentikan aksinya, tersangka kembali menindih korban dan membekap mulut korban tetapi korban berteriak minta tolong.

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

Tersangka mengikat kedua tangan korban ke arah belakang dengan menggunakan celananya.

Karena korban masih berontak tersangka mengikat mulut korban dengan menggunakan baju kaos.

Karena korban masih bergerak maka Tersangka terus menindih korban hingga tak bergerak lagi.

Setelah korban tak bergerak lagi, tersangka langsung menutup korban dengan menggunakan selimut dan mengambil barang korban hingga pergi dari kamar tersebut.

Ilustrasi
Ilustrasi (THINKSTOCK.COM)

Pada saat melakukan adegan rekonstruksi tersebut, tersangka yang menggunakan baju tahanan hanya termenung mempraktekkan adegannya tersebut.

Tampak tak ada ekspresi lain dari wajah tersangka selain menahan sakit dikakinya bekas dari luka tembak saat tersangka ditangkap.

Tampak juga keluarga Yuliana yang hadir untuk melihat rekonstruksi tersebut berada di lobi hotel dan hanya menyaksikan rekonstruksi tersebut.

Ibu korban tampak berkaca-kaca menyaksikan rekonstruksi tersebut, namun usai rekonstruksi tersebut keluarga tak satupun yang mau memberikan keterangan terkait rekonstruksi tersebut.

Sementara itu, Kasubnit Riksa Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang, Iptu Naibaho, mengatakan rekonstruksi yang dilakukan sebanyak 37 adegan ini bertujuan untuk melengkapi berkas yang akan dilimpahkan ke kejaksaan.

KAZITAFAHNIZEER
Ilustrasi orgasme
KAZITAFAHNIZEER Ilustrasi orgasme (KAZITAFAHNIZEER)

"Sebanyak 37 adegan dilakukan dalam rekonstruksi ini, dalam rekonstruksi ini semua adegan tidak ada yang dibantah dan semuanya memang diakui oleh tersangka," kata Naibaho. (*)

psk online
Ilustrasi - Empat PSK di bawah umur yang diamankan aparat Polsek Tanjung Priok karena terlibat prostitusi online.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Kecewa Hanya Dilayani 30 Menit, Pria Ini Bunuh PSK di Kamar Hotel: Janjinya Tiga Jam, https://jateng.tribunnews.com/2021/03/21/kecewa-hanya-dilayani-30-menit-pria-ini-bunuh-psk-di-kamar-hotel-janjinya-tiga-jam?page=all.

Editor: m nur huda

Ilustrasi - Empat PSK di bawah umur yang diamankan aparat Polsek Tanjung Priok karena terlibat prostitusi online.
Ilustrasi - Empat PSK di bawah umur yang diamankan aparat Polsek Tanjung Priok karena terlibat prostitusi online. (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved