Kisruh Partai Demokrat

Borok SBY Dibongkar Loyalis Anas Urbaningrum: Gak Nyangka Orang Sekelas Beliau Bisa Berkhianat

Borok SBY Dibongkar Loyalis Anas Urbaningrum: Gak Nyangka Orang Sekelas Beliau Bisa Berkhianat

Editor: Adiana Ahmad
via sosok grid.id
Susilo Bambang Yudhoyono 

Borok SBY Dibongkar Loyalis Anas Urbaningrum: Gak Nyangka Orang Sekelas Beliau Bisa Berkhianat

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Selalu menampilkan kesan dizolimi, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) ternyata punya borok masa lalu.

Borok SBY itu dibongkar loyalis Anas Urbaningrum, I Gede Pasek Suardika

Mantan kader Partai Demokrat ini  mengaku masih tak percaya dirinya pernah di-prank atau dibohongi oleh orang sekelas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Dengan setengah tertawa, I Gede Pasek  pun menceritak awal mula dirinya diprank SBY.

I Gde Pasek mengatakan, peristiwa terjadi ketika Anas Urbaningrum mundur dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat. 

Baca juga: Lewat Video Podcast, SBY Curhat tentang Sahabat yang Sangat Melukai Hati, Sindir Siapa?

Baca juga: Terungkap, Pria Ini Bongkar Skenario Agar SBY yang Penuhi Syarat Maju Jadi Ketum di KLB 2015

Anas mundur tepat satu hari setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi terkait proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada 22 Februari 2013.

I Gede Pasek saat itu mengajak Anas berdiskusi terkait nasib kawan-kawannya yang bersiap nyaleg dalam pemilu yang akan datang. Sebab tahapan pemilu sudah mulai digelar. 

"Suatu malam saya ke tempat mas Anas di Duren Sawit. Kita diskusilah ngomongin nasib teman-teman. 'Mas ini bagaimana? Teman-teman itu nunggu apakah pindah partai atau tetap seperti ini, siapa nanti penggantinya mas Anas'," ucap I Gede Pasek Suardika saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Jumat (19/3/2021).

Dia lantas melontarkan ide bagaimana jika Anas dan loyalisnya sepakat mendukung SBY mengisi posisi ketua umum yang ditinggalkan Anas. 

Diharapkan hal tersebut membuat Partai Demokrat bersatu dan kawan-kawannya aman untuk mencalonkan diri dalam pemilu. 

SBY saat itu diketahui menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. 

Gayung bersambut, Anas ternyata tak keberatan dengan ide I Gede Pasek. Anas pun mempersilakan I Gede Pasek menyampaikan ide itu ke media massa.

Baca juga: Nasib AHY Jadi Ketum Partai Demokrat, Digugat Rp 55,8 M, tapi Kekayaan Putra SBY Hanya Rp 15 M?

"Saya sampaikan di DPR bahwa saya mengusulkan pak SBY sebagai ketua umum agar bisa dipilih secara aklamasi demi bersatunya semua elemen partai, karena kita sudah masuk tahapan pemilu, dimana kita harus segera berkompetisi di lapangan, segala problem di internal kita tutup dulu," kata I Gede Pasek. 

Pernyataan itu memicu kemarahan dari Ruhut Sitompul, Marzuki Alie hingga Syarief Hasan. Usulan I Gede Pasek dianggap menghina SBY karena menurunkan statusnya dari majelis tinggi partai dan dewan pembina menjadi ketua umum. 

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved