Breaking News:

Berita NTT Terkini

Jadi Provinsi Dengan Bandara Terbanyak, Gubernur NTT Ajukan Pembangunan Sekolah Penerbangan

Jadi provinsi dengan bandara terbanyak, Gubernur NTT ajukan pembangunan sekolah penerbangan

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Gubernur NTT Viktor Laiskodat menunjukkan ramuan Covid 19 saat merasmikan Laboratorium Biokesmas Provinsi NTT di Klinik Pratama Undana Kupang pada 16 Oktober 2020.   

Jadi provinsi dengan bandara terbanyak, Gubernur NTT ajukan pembangunan sekolah penerbangan

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Peresmian Bandar Udara Pantar di Pulau Pantar, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis (18/3/2021) menempatkan Provinsi NTT menjadi salah satu provinsi dengan jumlah bandara terbanyak di Indonesia.

Bandara Pantar yang dibangun sejak 2014 itu menjadi bandara ke 15 yang dimiliki provinsi dengan karakter kepulauan ini. Sebelumnya, telah ada dan beroperasi 14 bandara yang terdiri dari 2 bandara internasional, bandara nasional hingga perintis.

Gubernur Viktor Laiskodat saat mengikuti peresmian Bandara Pantar secara virtual dari Ruang Rapat Gubernur NTT, Kamis (18/3) menggagas sekolah penerbangan di NTT. Menurutnya, dengan memiliki bandara terbanyak maka seharusnya ada sekolah penerbangan yang dibangun di NTT.

Baca juga: Bupati Herybertus Pantau Pelaksaan Lanjutan Vaksinasi Covid-19 Tahap II di Aula MCC Ruteng

"Kita punya bandara terbanyak di Indonesia, ada 15 bandara. Maka kita harus buat sekolah penerbangan, ajukan ke Kementerian untuk bangun sekolah penerbangan," ujar Gubernur Viktor Laiskodat kepada jajaran.

Karo Humas Setda NTT, Ardu Jelamu Marius menyebut, pihak Pemprov akan segera menyusun proposal terkait hal itu.

"Bapak gubernur menyampaikan kepada kami dan mudah mudahan kita akan segera menyusun proposal," kata Ardu Jelamu kepada wartawan usai acara peresmian Bandara Pantar.

Baca juga: Sudah 1.718 Warga Manggarai Terpapar Covid-19, 15 Orang Dinyatakan Meninggal Dunia

Ardu Jelamu menjelaskan, marena memiliki 15 bandar udara maka NTT sangat layak untuk dibuka sekolah penerbangan. Karena itu pihak Pemprov berharap Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan bisa melakukan kajian terhadap usulan tersebut.

"Mudah-mudahan menteri perhubungan bisa mengkaji usulan Pemprov untuk didirikan sekolah penerbangan selain di cicurug karena kita memiliki 15 bandara," ujar Ardu Jelamu.

Dengan didirikan sekolah penerbangan, kata dia, tentu akan memudahkan para siswa untuk melatih dan mengembangkan diri secara kapasita untuk menjadi pilot atau kopilot.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan NTT Isyak Nuka menegaskan dukungan penuh terhadap gagasan dan rencana Gubernur Viktor Laiskodat itu.

"NTT termasuk memiliki jumlah bandara yang paling banyak di Indonesia setelah Papua, karena itu kami mendukung penuh rencana bapak Gubernur agar pemerintah pusat dalam hal ini Badan Pengembangan SDM Kementerian Perhubungan, membangun Sekolah Tinggi atau Akademi Penerbangan di NTT," ujat dia.

Sebab, kata Kadis Isyak, minat putera puteri NTT untuk menjadi penerbang/pilot cukup tinggi.

Saat ini, telah berdiri beberapa sekolah penerbangan di Indonesia baik milik pemerintah maupun swasta diantaranya Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug yang didirikan sejak 1952, Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya, Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya yang berawal dari sekolah tinggi Organisasi Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Surabaya di tahun 1989, Bandung Pilot Academy serta Nusa Flying International. (Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved