Berita NTT Terkini
Fred Benu Perbaiki Peringkat Undana Kupang
Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang ( Rektor Undana Kupang), Prof Ir Fredrik L Benu, M.Si, PhD bertekad memperbaiki peringkat Undana
POS-KUPANG.COM | KUPANG -Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang ( Rektor Undana Kupang), Prof Ir Fredrik L Benu, M.Si, PhD bertekad memperbaiki peringkat Undana dalam daftar perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Menurut pria yang akrab disapa Fred Benu ini, peningkatan rating tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membangun jaringan dengan berbagai pihak, termasuk bekerja sama dengan media massa.
"Undana memikirkan bagaimana meningkatkan pelayanan pendidikan tinggi, juga membangun jaringan agar rating Undana meningkat. Peningkatan rating tidak bisa dilakukan sendiri, tapi harus bekerja sama dengan berbagai pihak, khususnya media," kata Fred Benu di Kantor Pos Kupang, Rabu (18/3/2021).
Baca juga: Jaksa Jebloskan Tejo ke Lapas Kupang
Fred Benu hadir didampingi Wakil Rektor I, Dr drh Maxs UE Sanam, MSc; Wakil Rektor II Ir Jalaludin Bethan, MSi; Wakil Rektor III, Dr Siprianus Suban Garak, MSc dan Wakil Rektor IV, Ir I Wayan Mudita, Msc, PhD. Sementara dari Pos Kupang hadir Pemimpin Redaksi Pos Kupang Hasyim Ashari dan Pemimpin Perusahaan Pos Kupang, Erniwaty Madjaga.
"Saya setiap tahun kami memiliki kontrak, harus memenuhi kontrak kinerja yang ditetapkan. Salah satu indikator kinerja yaitu soal ranking perguruan tinggi. Dulu kita masuk 100 besar di Indonesia. Setelah perubahan indikator yang dipakai, kita keluar dari 100 besar. Kontrak saya dengan Pak Menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) itu harus masuk lagi 100 besar," jelas Fred Benu.
Baca juga: 26 RT dan 10 RW Kelurahan Batuplat Resmi Dilantik
Ia meminta evaluasi dari jajarannya untuk mencari cara agar dapat meningkatkan rating ini. Salah satunya adalah membangun jaringan dengan media yang tidak menjadi bagian internal kampus.
Selain peningkatan rating, lanjut Fred Benu, Undana terus meningkatkan pelayanan publik di dunia pendidikan tinggi kepada seluruh masyarakat NTT.
"Kita punya sumber daya yang cukup baik. Apalah arti sumber daya yang memadai ini tapi seperti menara gading saja dan tidak bermanfaat untuk orang lain? Mungkin sumber daya ini bisa kita manfaatkan untuk pihak luar, membangun NTT lewat media kerja sama dengan Pos Kupang," ucapnya.
Pemimpin Redaksi Pos Kupang Hasyim Ashari menyampaikan terima kasih kepada Rektor Undana beserta jajarannya. "Pos Kupang dan Undana memiliki satu tujuan, sama-sama mencerdaskan masyarakat NTT," ujar Hasyim.
Sebelumnya, Wakil Rektor I Undana Maxs Sanam menegaskan, Undana terus memberikan pelayanan pendidikan tinggi yang mudah dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Maxs Sanam menyampaikan hal ini saat Ngobrol Asyik Bersama Pos Kupang dengan tema Kuliah Mudah Berkualitas. Acara dipandu jurnalis Pos Kupang, Michaella Uzurasi
Maxs Sanam menjelaskan tentang alur penerimaan mahasiswa baru. Ia menyebut ada tiga jalur, yakni Seleksi Nasional Masuk Peguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri.
Menurutnya, jalur SNMPTN telah selesai dan dalam proses menanti pengumuman kelulusan pada tanggal 22 Maret 2021 mendatang. SNMPTN dapat diikuti oleh siswa SMA dan SMK yang berada di kelas XII dan seleksinya berbasis pada penilaian rapor dan portofolio.
"Apabila tidak lulus, para calon mahasiswa ini bisa mengikuti SBMPTN," katanya.
Dikatakannya, calon mahasiswa harus memiliki akun di Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) yang mana pendaftarannya telah ditutup semenjak 12 Maret 2021 lalu.
Namun, jalur ini dapat juga diikuti oleh lulusan SMA/SMK maksimum tahun 2019 dan paket C yang mana syarat usia pada 1 Juli 2021 tidak lebih dari 25 tahun.
Untuk mengikuti SBMPTN itu, calon mahasiswa mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang mana pendaftarannya telah dibuka dari 15 Maret 2021 hingga 1 April 2021.
Ujiannya akan berlangsung dalam dua gelombang. Gelombang pertama pada 12-18 April, sedangkan gelombang kedua mulai 26 April hingga 2 Mei 2021. Ujian dilakukan dua kali, yakni pagi dan siang selama seminggu.
Jalur mandiri merupakan jalur terakhir seleksi masuk perguruan tinggi yang merupakan kewenangan masing-masing universitas. Maxs Sanam memberitahu bahwa proses seleksi baru akan berlangsung pada 14 Juni 2021 setelah adanya pengumuman SBMPTN.
Maxs Sanam mengatakan, Undana menyiapkan kuota sebanyak 6500-an yang terbagi dalam tiga jalur tersebut. Maxs menyebut, ada aturan bahwa minimum penerimaan untuk SNMPTN sebanyak 20 persen, SBMPTN 40 persen, dan Mandiri maksimum 30 persen.
Biaya pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun akademik 2021 tentu saja berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dulunya, calon mahasiswa akan membayar untuk masing-masing jalur seleksi. Tapi kini, calon mahasiswa tidak membayar masing-masing seperti itu.
Apabila calon mahasiswa mendaftar UTBK dan pilih prodi, itu sudah sekaligus membayar untuk SBMPTN. Nantinya, calon mahasiswa yang ingin masuk ke program studi berbasis IPA akan membayar Rp200 ribu, program sosial atau IPS Rp 200 ribu, sedangkan yang ingin memilih program studi berbasis IPA atau IPS membayar Rp 300 ribu.
Untuk biaya kuliah sendiri di Undana berbasis pada penghasilan orangtua. Ada tujuh kategori, yang mana kategori satu Rp 500 ribu dan kategori 2 Rp 1 juta. Sedangkan kategori 3-7 akan menyesuaikan dengan program studi yang diambil oleh calon mahasiswa.
Mengenai kapasitas ruang kuliah, Maxs Sanam mengatakan bahwa penerapan kuliah masih dilakukan dengan cara daring. Tapi, tentu saja jumlah mahasiswa tetap disesuaikan dengan ratio dosen dan mahasiswa.
Ia juga mengatakan, Undana memberikan beasiswa bagi calon mahasiswa melalui platform KIP Kuliah. Undana sendiri mendapatkan proporsi terbesar penerima beasiswa KIP Kuliah yakni sebesar 30 persen.
Dia menekankan agar pendaftaran KIP Kuliah dilakukan sejalan dengan pendaftaran SBMPTN. Selain KIP Kuliah, ada berbagai sumber beasiswa lain yang ada di Undana.
Undana memiliki 11 Fakultas dengan 47 Program Studi S1. Dari jumlah tersebut, sudah 98 persen telah terakreditasi B. Ada target untuk menaikkan akreditasi menjadi A.
Maxs Sanam mengatakan, keputusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bukan urusan calon mahasiswa, tapi dukungan sekolah juga. Hal itu terlihat dari bantuan sekolah untuk mengunggah bukti peringkat anak dalam SNMPTN. Banyak anak juga tidak tahu tentang harusnya memiliki akun apabila ingin mendaftar.
"Undana adalah lembaga pendidikan yang kedepankan prestasi dan kualitas. Kalau anda ikut ujian dapat nilai terbaik, maka pasti masuk di pilihan prodi yang diinginkan. Harus belajar keras, bekerja keras, dan mencapai yang terbaik," pesan Maxs Sanam. (cr1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fred-benu-perbaiki-peringkat-undana.jpg)