Breaking News:

Berita Pilkada Malaka

Pendukung Paslon SN-KT Diminta Jangan Euforia Berlebihan

Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malaka nomor urut 1 (satu), Dr. Simon Nahak-Kim Taolin atau SN-KT meminta pendukung pas

Editor: Ferry Ndoen
ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A
Petugas keamanan melintas di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (23/5/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong

POS-KUPANG.COM I BETUN--- Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malaka nomor urut 1 (satu), Dr. Simon Nahak-Kim Taolin atau SN-KT meminta pendukung paslon untuk merayakan kemenangan jangan berlebihan.

Pendukung tidak perlu euforia dengan pawai di jalan-jalan tetapi cukup dengan mendaraskan doa syukur atas finishnya proses perjuangan sampai pada putusan MK dimana Paslon SN-KT menjadi pemenang pilkada Malaka 2020.

Ketua Tim Pemenangan SN-KT, Hendrikus Fahik Taek menyampaikan hal ini kepada Pos-Kupang di Betun, Kamis (18/3).

Dikatakan Wakil Ketua DPRD Malaka ini, proses panjang pelaksanaan tahapan pilkada Malaka tanggal 9 Desember 2020 saat ini sudah mencapai titik akhir.

Dimana MK dalam sidang pengucapan Putusan sengketa Pilkada Malaka Nomor 24/PHP-Bup-XIX/2021 di Jakarta, Kamis (18/3) waktu setempat menyatakan menolak seluruh permohonan Pemohon pasangan calon (Paslon) nomor urut 2,  Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH atau SBS dan Wakil Bupati, Wendelinus Taolin atau WT.

Terhadapan putusan MK ini, kata Hendrikus, dirinya atas nama partai pengusung yakni PKB, Perindo dan PSI menyampaikan terima kasih atas pengawalan yang dilakukan pendukung paslon SN-KT. Saat ini proses sudah final dimana MK telah memutuskan bahwa SN-KT menjadi pasangan terpilih memimpin Malaka masa bakti 2021-2026.

"Kami atas nama paslon dan tim ucapkan terima kasih karena warga dengan tenang, aman mengikuti proses sidang putusan dan hasilnya sudah sama-sama diketahui. Kami juga berterima kasih kepada penyelenggara baik KPU, Bawaslu, pihak terkait jajaran TNI-Polri yang ikut menjaga keamanan sehingga situasi di Malaka tetap aman," katanya.

Politisi PKB inipun menyampaikan permohonan maaf manakala selama proses pilkada ada tutur kata, tindak tanduk yang dilakukan tim maupun pendukung yang kurang berkenan. Saat ini proses pilkada sudah selesai dan pemimpin Malaka sudah diketahui bersama sehingga semua warga dan elemen terkait untuk bergandengan tangan membangun Malaka.

"Saya ajak mari kita bergandengan tangan dukung pemerintahan baru di Malaka dibawa kepemimpinan SN-KT. Kita harus jaga persatuan dan kekeluargaan membangun daerah ini," pinta Hendrikus.

Untuk diketahui,  MK dalam sidang pengucapan Putusan sengketa Pilkada Malaka Nomor 24/PHP-Bup-XIX/2021 di Jakarta, Kamis (18/3) waktu setempat menyatakan menolak seluruh permohonan Pemohon pasangan calon (Paslon) nomor urut 2,  Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH atau SBS dan Wakil Bupati, Wendelinus Taolin atau WT.
Putusan tersebut dibacakan Hakim Ketua, Anwar Usman yang juga Ketua MK sebagaimana disiarkan melalui channel youtube, Kamis (18/3) siang.

Dalam persidangan tersebut, Mahkamah Konstitusi dalam amar putusannya menyatakan bahwa dalam eksepsi, MK menolak eksepsi yang diajukan pemohon terkait kedudukan hukum dan kaburnya dalil pemohon. Khusus mengenai  pokok perkara permohonan, Majelis hakim menyatakan menolak permohonan untuk seluruhnya.(*) 


BalasBalas ke semuaTeruskan

 
 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved