Berita NTT Terkini

Belum Ada Izin Edar Sophia, Gubernur Viktor Laiskodat Minta BPOM Sinergi Untuk Percepatan

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meminta Kepala BPOM NTT bersinergi bersama tim dalam rangka percepatan izin edar minuman Sophia

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/DOK.HUMAS NTT
Gubernur Viktor Laiskodat saat menerima audiensi Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) NTT, Tamran Ismail, S.Si, MP di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (17/03/2021). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meminta Kepala BPOM NTT Tamran Ismail untuk bersinergi bersama tim dalam rangka percepatan izin edar minuman Sophia. Selain soal Sophia, Gubernur Viktor Laiskodat juga meminta BPOM NTT ikut memfasilitasi pengembangan riset Faloak sebagai obat Hepatitis C.

Demikian harapan Gubernur Viktor Laiskodat saat menerima audiensi Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) NTT, Tamran Ismail, S.Si, MP di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (17/03).

Saat ini, jelas Gubernur Viktor Laiskodat, minuman Sophia yang diproduksi telah mendapatkan izin laboratorium layak konsumsi. Hanya saja, belum mendapat izin edar khusus minuman hasil fermentasi produk lokal.

Baca juga: Resiliensi Keluarga di Tengah Pandemi C-19

"Terkait Sophia, saat ini kita telah mendapatkan izin laboratorium layak konsumsi. Tinggal proses administrasi izin edar khusus minuman hasil fermentasi produk lokal dimana prosedurnya lintas kementrian termasuk Badan POM RI, tentunya pak Amran dapat bersama tim kami untuk mewujudkannya," ujar Gubernur Viktor Laiskodat.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu juga mengungkapkan bahwa minuman lokal hasil fermentasi yang telah dikemas itu menjadi sebuah brand dan bernilai ekonomi.

Baca juga: Tantangan Pemimpin Baru Manggarai Barat

Gubernur Viktor Laiskodat juga menegaskan akan mengatur soal tata kelola dan tata niaga untuk pengembangan minuman Sophia di NTT dan Indonesia.

"Konsumsi minuman tersebut kita akan atur peredarannya agar tidak mengakibatkan mabuk karena konsumsi berlebihan. Untuk itu perlu tata kelola dan tata niaga untuk pengembangan minuman Sophia di NTT dan Indonesia," ujar gubernur kelahiran Oenesu, Kupang Barat itu.

Sementara itu, terkait Faloak, Gubernur Viktor Laiskodat mengajak BPOM NTT bersinergi untuk fasilitasi Pengembangan Riset Faloak untuk menyembuhkan penyakit Hepatitis C. Gubernur meminta BPOM dapat membackup riset itu.

"Saat ini tim peneliti sementara melakukan penelitian tentang Faloak. Untuk itu kita harapkan dapat membackup atau mendukung riset tersebut," ujar Gubernur Viktor Laiskodat.

Pemerintah Provinsi NTT bersama masyarakat, kata dia, akan mengembangkan tanaman tersebut karena sangat bermanfaat untuk penyembuhan Penyakit Hepatitis C. Hal ini akan menjadi keuntungan bagi NTT dalam berkontribusi bagi bangsa untuk mengatasi penyakit Hepatitis C.

Kepala Balai POM NTT, Tamran Ismail menyambut baik harapan Gubernur terkait pengembangan Faloak dan Sophia serta memfasilitasi sejumlah UMKM yang tersebar di kabupaten/Kota di NTT. Ia menyatakan kesiapannya untuk bersinergi bersama dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk memfasilitasi kepentingan daerah.

"Bapak Gubernur, prinsipnya kami siap bersinergi dalam memfasilitasi kepentingan daerah sesuai dengan regulasi yang ada," ujarnya kepada Gubernur.

Saat ini juga terkait perizinan, jelas dia, sudah terdapat sistem OSS (Online Single Submission) sehingga dalam proses registrasinya, data mesti terkoneksi dan konsisten agar tidak terjadi penolakan yang menyebabkan pengulangan tahapan proses pengurusan ijin.

Hadir dalam audiens tersebut, Staf Khusus Gubernur, Prof. Dr. Intiyas Utami, SE., M.Si., Ak., CA., CMA., QIA, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Drs. Ec. Muhammad Nasir Abdullah, MM. (Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved