Berita Regional Terkini

Kapal Melayang di Atas Laut Ini Bukanlah Foto Rekayasa, Ini Ada Penjelasan Ilmiahnya, Simak Info

Kapal Melayang di Atas Laut Ini Bukanlah Foto Rekayasa, Ini Ada Penjelasan Ilmiahnya, Simak Info

Editor: Ferry Ndoen
via Kompas.com
Foto Kapal Melayang di Atas Laut Ini Bukan Rekayasa, Ada Penjelasan Ilmiahnya - lusi optik menyebabkan seolah-olah kapal tampak melayang di atas cakrawala 

Sementara itu, peneliti optik di University of Glasgow Claire Cisowski mengatakan, udara dingin biasanya berada di atas udara hangat.

Foto Kapal Melayang di Atas Laut Ini Bukan Rekayasa, Ada Penjelasan Ilmiahnya - lusi optik menyebabkan seolah-olah kapal tampak melayang di atas cakrawala
Foto Kapal Melayang di Atas Laut Ini Bukan Rekayasa, Ada Penjelasan Ilmiahnya - lusi optik menyebabkan seolah-olah kapal tampak melayang di atas cakrawala (via Kompas.com)

Oleh karena itu, semakin tinggi seseorang mendaki, semakin dingin udaranya.

Akan tetapi, situasi berbeda terjadi di Cornwall bulan lalu, yaitu ketika udara dingin berada di atas laut yang dingin, dengan udara hangat di atasnya.

Pembalikan suhu menghasilkan fatamorgana

Cahaya yang datang dari kapal menuju Morris dibiaskan, karena kondisi meteorologi membentuk lapisan udara yang memiliki suhu berbeda, membuat cahaya melewatinya dengan kecepatan berbeda.

Kapal pun tampak lebih tinggi dari yang seharusnya, karena otak manusia dan kamera tidak dapat memproses pengaruh temperatur yang berbeda terhadap bagaimana gambar dipersepsikan.

Menurut dia, cahaya biasanya bergerak ke mata melalui garis lurus, yang memungkinkan mereka melihat sesuatu secara lurus.

"Tapi, terkadang gambar dibelokkan saat sinar cahaya yang mencapai kita melewati lapisan yang berbeda," kata jelas dia, dikutip dari New York Times, 6 Maret 2021.

Hal itu juga terjadi saat kita melihat ke dalam air.

Misalnya, sedotan dalam segelas air atau tangan dibenamkan ke laut mungkin akan terlihat tidak sejajar, karena cahaya bergerak melalui udara dan air dengan kecepatan berbeda.

Prinsip yang sama diterapkan dengan kapal di Cornwall.

Kapal Milik Bakamla RI Saat Patroli di Perairan Indonesia
ilustrasi:Kapal Milik Bakamla RI Saat Patroli di Perairan Indonesia (Istimewa)

Alih-alih berpindah dari air ke udara, cahaya bergerak dari udara ke udara.

"Udara tidak selalu sama, sifatnya berbeda apakah dingin atau panas. Jadi saat cahaya bergerak secara berbeda melalui lapisan yang berbeda ini, otak kita mencoba untuk memahaminya," kata Cisowski.

Dalam kasus pengalaman Morris, karena udara dingin lebih padat daripada udara hangat, sinar cahaya yang datang dari kapal dibengkokkan ke bawah.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved