Breaking News:

Pedagang Pasar Oeba Turut Bahagia Umat Hindu Rayakan Hari Raya Nyepi

terletak persis bertetangga dengan pasar tradisional, Oeba, kelurahan Fatubesi, kecamatan kota lama, kota Kupang.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Pedagang tetap berjualan sebagaimana biasanya dan umat Hindu tetap melaksanakan upacara di pura Oebananta.  

Pedagang Pasar Oeba Turut Bahagia Umat Hindu Rayakan Hari Raya Nyepi

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Besok tanggal 14 Maret 2021 merupakan hari bahagia bagi umat Hindu yang akan merayakan tahun baru saka 1443 atau lebih dikenal dengan hari raya Nyepi.

Seluruh rangkaian acara telah di laksanakan di pura atau tempat ibadah yang berada di daerah masing-masing, tak terkecuali pura Oebananta yang terletak persis bertetangga dengan pasar tradisional, Oeba, Kecamatan kota lama, kota Kupang.

Letak pura yang hanya di batasi dengan tembok pagar, bukan berarti aktifias di kedua tempat itu lumpuh alias tidak ada aktifitas. Justru sebaliknya, pantauan POS-KUPANG.COM, pada Sabtu (13/3/2021), para pedagang di pasar Oeba tetap melaksanakan kegiatan jual belinya sebagaimana biasanya.

Sedangkan di dalam pura, umat Hindu tetap penuh hikmat menjalankan rangkaian upacara adat sebagai bentuk penyucian diri menjelang hari raya Nyepi.

Lukas, seorang pedagang yang berjualan tepat di depan pintu masuk parkiran pura Oebananta, mengatakan aktifitas pedagang tetap berjalan normal seperti bisa, hanya ruas jalan di depan lapak pedagang untuk sementara waktu di kosongkan.

"Tetap jualan, kalau umat mau ke pura, kita beri jalan agar lancar" ujarnya.

Hal senada dikatakan Marta Funan yang turut merasakan kebahagiaan di perayaan hari raya Nyepi bagi umat Hindu. Ia menuturkan, tiap tahun menjelang hari raya Nyepi, kios atau lapak-lapak di sekitar pura selalu ditutup. Hal tersebut bukan tanpa alasan, menurutnya tindakan itu dilakukan agar umat yang hendak ke pura tetap lancar dan juga memberi kenyamanan.

"Kita juga turut bahagia Kaka. Kami jualanan didepan sini, tapi umat sedang upacara di dalam, di luar juga tidak ada yang teriak-teriak seperti hari-hari lain" ucapnya.

Untuk diketahui, umat hindu di kota Kupang, mulai melaksanakan rangkaian upacara adat penyucian diri dengan menggelar doa bersama sebagai bentuk penycuian diri dan sebagai ucapan syukur kepada alam semesta dan Tuhan Yang Maha Esa.

Perayaan nyepi kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dikarenkan adanya pandemi covid-19 yang sedang melanda negeri dan dunia ini. Umat pun dibatasi dalam upacara penyucian diri, selebihnya, para sesepuh menghimbau agar umat bisa melakukan ibadah dari rumah masing-masing.

Baca juga: Jelang Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Kota Kupang Laksanakan Penyucian Diri

Baca juga: 3 Ruang Kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Amin Kewitu Kabupaten Mabar Mirip Kandang Kambing

Baca juga: Warga Keluhkan Jalan Menuju Desa Nisar Kabupaten Mabar Rusak Parah

"Tidak boleh berapi-api, tidak boleh berpergian, tidak boleh bekerja dan tidak boleh melakukan persembahan. Empat hal ini di lakukan umat Hindu besok, dalam tahun baru saka 1443" Himbau Ketua PHDI kota Kupang, I Wayan Wira Susana, agar umat Hindu merayakan hari raya Nyepi sesuai pedomanan yang disebutkan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved