PISMA V Unwira Libatkan 255 Mahasiswa dari 13 Perguruan Tinggi
PISMA V dihadiri seluruh civitas akademika Unwira mahasiswa Perguruan Tinggi se-NTT dan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (APTIK).
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
PISMA V Unwira Libatkan 255 Mahasiswa dari 13 Perguruan Tinggi
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kegiatan Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa (PISMA) V, Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang telah ditutup pada Sabtu (06/03/2021) via Zoom dan live streaming akun YouTube UNWIRA.
Penutupan PISMA V dihadiri seluruh civitas akademika Unwira mahasiswa Perguruan Tinggi se-NTT dan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (APTIK).
Berdasarkan rilis yang diterima, dalam momentum penutupan itu, Rektor Unwira, Pater Dr. Philipus Tulle, SVD menyampaikan syukur pada Tuhan karena PISMA V Unwira telah selesai dilaksanakan secara virtual selama 2 (dua) pekan.
Menurut Pater Philipus, PISMA sebagai satu forum kompetisi akademik dan seni bertaraf nasional dinilai sukses karena telah melibatkan 255 mahasiswa peserta dari 13 Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia, dengan rincian 6 PT di lingkungan LLIDIKTI Wilayah XV Kupang dan 7 PT anggota APTIK.
Ditengah situasi pandemi Covid-19 dan dengan keinginan menjawab perkembangan Revolusi Industri 4.0 maka Unwira telah berusaha beradaptasi dengan situasi pandemi dengan mengandalkan pemanfaatan SarPras IT berteknologi canggih.
Dia mengatakan, sebagai Universitas penyelenggara di lingkungan LLDIKTI Wilayah XV Kupang dan berlokasi di kawasan geografis dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarana IT yang belum 100% memadai, Unwira berbangga bahwa cukup banyak Perguruan Tinggi yang berpartisipasi dengan peserta dari berbagai mata lomba yang telah dipertandingkan.
“Atas nama Pimpinan UNWIRA (Warek I, II dan III), saya menyampaikan proficiat untuk semua yang telah meraih kejuaraan. I am proud of you. You are the Champion," ujar Pater Philipus.
Dia juga tak lupa mengapresiasi perjuangan dari peserta yang belum sukses meraih juara. Karena Pater Philipus yakin bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda. Kegagalan adalah awal dari keberhasilan dan keberhasilan selalu dicapai melalui kegagalan.
"Meski tak meraih juara, saya yakin bahwa apa yang telah anak/adik mahasiswa hasilkan itu akan dapat memberi kontribusi pemikiran alternatif dan prospektif dalam menghadapi krisis global yang multi-dimensional ini," ujarnya.
Lanjut Pater Philipus, global warming yang berdampak pada cuaca ekstrim, kerusakan lingkungan hidup dan bencana alam, krisis ekonomi, keuangan dan pangan sebagai impact dari wabah pandemi Covid-19, krisis sosial dan kemanusiaan baik ditingkat lokal, nasional dan internasional.
"Anda semua telah menyumbangkan hasil kajian, penelitian dan karya cipta atau kreasimu yang terbaik. Dengan masukan dan catatan perbaikan dari para juri kiranya semua itu dapat dihimpun dalam bunga rampai yang akan dipublikasi dalam jurnal ber-ISSN dan buku ber-ISBN yang akan dibaca dan dimanfaatkan oleh publik,” ungkap ahli Islamologi itu.
Ketua panitia, Primus Jaya Jehane dalam laporannya menyampaikan, selama perhelatan PISMA yang diselenggarakan oleh Senat Unwira, baru kali ini PISMA dilaksanakan secara virtual.
Dia juga menyampaikan bahwa kendala-kendala selama kegiatan itu bisa diatasi oleh panitia.
"Dalam perjalanan PISMA V, ada kendala yang dilalami oleh panitia dalam hal teknis, namun teman-teman panitia tetap memperhatikan kegiatan ini secara serius. Hingga selama 2 minggu kegiatan PISMA tetap berjalan dengan baik. Itu semua karna kerja sama yang baik dari panitia”, kata Primus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kegiatan-penutupan-pisma-v-unwira.jpg)