Pariwisata Menjadi Program Pemulihan Ekonomi di Matim

kebijakan pemerintah daerah adalah Pemulihan Ekonomi Melalui Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Bupati Agas Andreas, SH.,M.Hum saat mamaparkan materi dalam IVL Season VII. 

Pariwisata Menjadi Program Pemulihan Ekonomi di Matim

POS-KUPANG.COM | BORONG----Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH, M.Hum memaparkan materi berjudul Visi Manggarai Timur Menuju Pariwisata Berkelanjutan Kelas Dunia dalam Program Indonesia Visionary Leader (IVL) Season VII yang diselenggarakan oleh MNC Portal, yang berlangsung di Jakarta, Selasa (9/3/2021) kemarin.

Berdasarkan rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Rabu (10/3/2021) mengatakan, dalam memaparkan materi Bupati Agas menjelaskan, Manggarai Timur memiliki banyak potensi pariwisata yang sangat menjanjikan dan salah satu arah kebijakan pemerintah daerah adalah Pemulihan Ekonomi Melalui Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism). 

Pada kesempatan ini Bupati Agas juga menampilkan gambar dan memaparkan Kawasan-kawasan Strategis Pariwisata di Manggarai Timur yang mencakup Kawasan Strategis Pariwisata Borong-Kota Komba dan sekitarnya, Kawasan Strategis Pariwisata Rana Mese-Poco Ranaka  dan sekitarnya, Kawasan Strategis Pariwisata Sambi Rampas– Lamba Leda dan sekitarnya dan Kawasan Strategis Pariwisata Elar-Elar Selatan dan sekitarnya.

Menurut Bupati Agas, pengembangan pariwisata Matim terutama adalah wisata alam dan budaya. 

Adapun langkah-langkah taktis ditempuh oleh Pemda dan didukung oleh masyarakat untuk promosi dan pengembangan wisata antara lain dengan penetapan 5 Desa Wisata Tingkat Kabupaten Matim serta mendukung dan memaksimalkan usaha kreatif masyarakat yang mempromosikan wisata. 

Selain itu, pengembangan infrastruktur juga tetap menjadi prioritas, walaupun belum maksimal namun Pemda tetap berupaya dengan dana yang ada ditambah dengan dana desa untuk membuka akses jalan ke daerah-daerah yang belum terjangkau.

Masih menurut Bupati Agas, Pandemi Covid-19 juga berdampak cukup  besar terhadap usaha pariwisata Manggarai Timur, jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan dan beberapa usaha kreatif juga terdampak cukup signifikan. 

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Bupati Agas, maka pemerintah daerah mengupayakan peningkatan promosi pariwisata dan penyesuaian kebijakan bagi pelaku pariwisata. Menjadi bagian dari Program IVL season VII ini juga merupakan salah satu bagian dari promosi pariwisata yang dilakukan oleh Pemda Matim. 

Para panelis dalam kegiatan ini yang berasal dari kalangan birokrasi akademisi dan praktisi juga sangat mengapresiasi paparan yang disampaikan oleh Bupati Agas terkait Visi Pembangunan Pariwisata yang menjadi focus pemaparan.

Terkait pertanyaan salah seoarang panelis tentang bagaimana Pemda Matim membantu ekonomi masyarakat dalam menghadapi pandemic covid 19, jawab Bupati Agas, ada dana bantuan sosial yang dialokasikan oleh Pemda untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat. 

Selain itu, untuk sektor pariwisata bantuan sosial diberikan kepada karyawan hotel dan restoran yang di rumahkan dan untuk bidang pendidikan mahasiswa asal Manggarai Timur juga mendapatkan bantuan sosial sebesar Rp1.000.000/orang. 

Bupati Agas juga mengatakan, Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi salah satu strategi yang ditempuh untuk membantu masyarakat. Secara virtual Dinas Pariwisata mengadakan pelatihan Pemandu Wisata Pedesaan pada bulan Juli 2020.

Baca juga: Lima Daerah di NTT Diprediksi Hujan Sedang Hingga Lebat yang Disertai Petir dan Angin Kencang

Baca juga: Unwira Kupang Eksis di Masa Pandemi Covid-19

"Pada prinsipnya Pemda Matim berusaha maksimal untuk membantu dan bersama masyarakat melawan pandemik dan efek yang ditimbulkan,"ungkap Bupati Agas. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved