Urusan Senjata Indonesia Memang Kalah,Tapi Bila Perang Prajurit TNI BisaKalahkan Militer Kelas Dunia
Tentara Nasional Indonesia kini terus memperkuat diri dengan senjata kelas berat agar tak tertinggal jauh dengan negara lain
Urusan Senjata Indonesia Memang Kalah, Tapi Bila Perang Prajurit TNI Bisa Kalahkan Militer Kelas Dunia
POS KUPANG.COM -- Tentara Nasional Indonesia kini terus memperkuat diri dengan senjata kelas berat agar tak tertinggal jauh dengan negara lain
Namun jangan coba-coba dengan semangat tempur pasukan Indonesia. Negara dengan kekuatan militer terbaik pun harus pikir dua kali bila ingin berhadapan dengan semangat juang tentara Indonesia
Sama seperti negara-negara kuat lainnya, TNI/ABRI juga memiliki pasukan khusus anti teror.
Pasukan ini dibentuk pada tahun 1980-an, dengan mengacu pada pasukan khusus di seluruh durnia.
Seperti SAS Inggris , GSG-9 Jerman , hingga pasukan khusus di Korea Selatan
Satuan itu banyak mempengaruhi pembentukan pasukan khusus TNI.
• Moeldoko Didesak Mundur atau Dicopot Usai Pilih Jadi Ketum Partai Demokrat Hasil KLB Deliserdang
• Kaesang Pangarep Dituduh Berlaku Kejam ke Felicia Tissue,Kakak Felicia Bongkar Tabiat Putra Presiden
• Julie Estela Lepas Status Lajang, Menikah dengan David Tjiptobiantoro ,Pesta Pernikahan di Maladewa
• Terungkap Pacaran HinggaRencana Nikah Ayu Ting Ting Hanya Setingan,Paranomal Sebut Naikan Rating
Baca Juga: Inilah Kekuatan yang Dimiliki 10 Militer Paling Kuat di Dunia, AS di Peringkat Pertama Tapi Masih Kalah dalam Jumlah Persenjataan Ini
Teknik pelatihan pasukan khusus dari sejumlah negara itu, kemudian direkomendasikan oleh asisten intelijen Hankam/Kepala Pusat Intelijen Startegi Letjen TNI LB Moerdani
Untuk kemudian diterapkan dalam pembentukan pasukan khusus TNI di kesatuan Kopassus.
Semua teknik itu diyakini bisa membentuk tiap personel pasukan khusus TNI hingga menjadi pasukan tempur profesional.
Profesional artinya, mereka mampu menjalankan misinya dengan tuntas, meski hanya bermodal persenjataan terbatas.
Selain itu ada suatu hal yang dimiliki tentara Indonesia yang bahkan tidak dimiliki oleh pasukan khsusu manapun.
Yaitu, kemampuan personel dalam penguasaan ilmu beladiri, penggunaan senjata tajam, dan ketrampilan penggunaan senjata api yang tidak dilengkapi teknologi serba canggih.
Oleh karena itu demi mencetak pasukan khusus yang dalam misi tempurnya tidak terlalu tergantung pada teknologi, Letjen LB Moerdani melarang pasukan-pasukan khusus AS untuk dipergunakan sebagai referensi.